Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menangani reklame roboh di Jalan Terusan Buahbatu.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menangani reklame roboh di Jalan Terusan Buahbatu. [Diskominfo Kota Bandung]
News

Damkarmatan Bandung Sikat Tuntas Reklame Roboh dan Pohon Tumbang

Limawaktu.id, Kota Bandung — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bandung, Sabtu (28/3/2026), memicu serangkaian insiden berbahaya: Reklame Roboh hingga pohon tumbang di sejumlah titik strategis. Namun, respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) memastikan situasi terkendali dalam waktu singkat.

Di tengah potensi chaos akibat cuaca ekstrem, petugas Damkarmatan menunjukkan kecepatan respons yang patut diapresiasi. Laporan warga yang masuk melalui layanan darurat 113 langsung ditindaklanjuti tanpa jeda.

Kepala Damkarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, mengungkapkan rata-rata waktu tanggap (response time) hanya sekitar 7 menit, sementara proses penanganan di lokasi (action time) tuntas dalam waktu sekitar satu jam.

“Semua laporan langsung kami respon cepat. Reklame roboh dan pohon tumbang berhasil ditangani tanpa kendala berarti,” tegasnya.

Titik-titik rawan yang terdampak antara lain Jalan Terusan Buahbatu untuk kasus reklame roboh. Sementara pohon tumbang terjadi di Jalan Buahbatu (depan Almaz) serta di Jalan Guntursari Wetan, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong—area dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun, insiden ini kembali menjadi alarm keras bagi kesiapsiagaan kota menghadapi cuaca ekstrem yang kian tidak menentu.

Damkarmatan menegaskan, perubahan cuaca yang drastis—dari panas menyengat ke hujan berangin—meningkatkan risiko bencana perkotaan, mulai dari kebakaran lahan kering hingga tumbangnya pohon tua.

“Kami ingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau rumput kering di lahan kosong. Itu sangat berisiko memicu kebakaran,” ujar Soni.

Di sisi lain, warga juga diminta lebih proaktif mengidentifikasi pohon-pohon tua atau rapuh di lingkungan sekitar. Langkah pelaporan dini dinilai krusial untuk mencegah insiden serupa terulang.

“Hindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon yang berpotensi tumbang. Keselamatan harus jadi prioritas,” pungkasnya.

 Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika cuaca ekstrem, kecepatan respons petugas dan kewaspadaan warga adalah kunci utama meminimalkan risiko bencana di kawasan perkotaan.

Baca Lainnya