Jumat, 30 Agustus 2019 15:01

Damkar Bukan Hanya Soal Kebakaran, Juga Tangani Sarwon, Begini Teknisnya!

Reporter : Fery Bangkit 
Foto Istimewa  sarang lebah
Foto Istimewa sarang lebah [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Keberadaan sarang lebah atau tawon menjadi atensi bagi Satuan Polisi Pamong Praja PP dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi. Pasalnya, sarang lebah tersebut terdapat di area rumah-rumah milik warga. Dikhawatirkan keberadaan lebah itu akan mengancam keselamatan. Dalam sebulan, ada 7-10 laporan dan penanganan sarang tawon yang masuk ke Damkar Kota Cimahi.

"Kita cukup sering menangani pemusnahan sarang tawon. Sarwon (Sarang Tawon) pasti ada aja laporan, bisa 7-10 laporan dan penanganan," terang Komandan Regu (Danru) I Damkar Kota Cimahi, Indrahadi saat ditemui di Sekretariat Damkar Kota Cimahi, Jalan Raya Baros, Jumat (30/8/2019).

Dikatakan Indrahadi, untuk penanganan keberadaan tawon di rumah warga, biasanya pihaknya menerima laporan terkait ancamannya. Kemudian, personel Damkar Kota Cimahi melakukan survey. Setelah melakukan survey, dengan menggunakan peralatan yang dimiliki petugas Damkar akan langsung melakukan evakuasi dan pemusnahan sarang lebah tersebut.

"Masyarakat itu laporan ke nomor layanan Damkar (022-6658113 atau 113). Nanti dengan dasar laporan mereka survey," ujar Indrahadi. Ia menjelaskan, teknik penanganan yang dilakukan personel Damkar Kota Cimahi selama ini dilakukan dengam cara pembiusan. Sementara peralatan yang biasa digunakan adalah bensin, golok, karung dan tangga.

"Kalau rata-rata ukuran diameter Sarang tawonnya sekitar 50 cm," ucapnya. Indrahadi melanjutkan, evakuasi bisa saja dilakukan siang atau malam hari. Namun, evakuasi sarang tawon yang dilakukan di rumah warga sering dilakukan malam hari.
Menurutnya, jika malam hari, lebahnya cenderung lebih kondusif dibandingkan kondisi pada siang.

Petugas Damkar evakuasi Sarang Tawaon

Dengan kondisi lebah yang lebih aman, maka akan meminimalisir ancaman bagi petugas maupun anggota keluarga, termasuk masyarakat sekitar. "Tawon kalo siang lebih agresif. Jadi kalau malam itu lebih aman," katanya.

Selain penanganan terhadap sarang tawon, pihaknya juga kerap melakukan penanganan terhadap kejadian darurat lainnya. Ia mencontohkan, bila ada kejadian penemuan ular yang dianggap berbahaya, maka pihaknya pun akan melaksanakan penanganan. "Terus misalnya ada hewan memerlukan pertolongan, ya kita tolong. Seperti kucing yang terjebak dan butuh pertolongan," pungkas Indrahadi.

Baca Lainnya