Kamis, 1 Februari 2018 12:58

Daging Dua Jasad Ayah dan Anak di Cimahi Masih jadi Misteri

Reporter : Fery Bangkit 
Warga Berkumpul di depan Rumah Neneng Hatidjah (76).
Warga Berkumpul di depan Rumah Neneng Hatidjah (76). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kisah nyata Neneng Hatidjah (76) yang tidak menguburkan jasad anaknya, Hera Sri Herawati (50) dan suaminya, Nanung Sobana (84) masih menjadi isu hangat. Saat terungakap, kedua jasad itu sudah menjadi kerangka.

Menurut informasi dari warga Gg Nusa Indah IV RT 07/17 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Neneng kerap membawa bungkusan. Dari dalam bungkusan itu tercium bau bangkai. Pembuangan Daging dua jasad itu masih menjadi misteri yang belum terjawab.

Baca Juga : Diyakini Akan Hidup Lagi, Mayat Bapak dan Anak tak Dikubur

"Katanya cuma bangkai tikus, tapi firasat saya itu daging jenazah suami dan anaknya," kata Tari Lestari (50), warga sekitar saat ditemui lokasi, Kamis (1/2/2018).

Untuk mendalami informasi tersebut, Satreskrim Polres Cimahi bersama Polsek Cimahi Selatan akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Termasuk mencari kebenaran dikemanakan daging kedua jasad ayah dan anak tersebut.

Baca Juga : Bergelagat Aneh, Neneng Biarkan Mayat Suami dan Anaknya jadi Kerangka

"Kami juga sedang mengumpulkan informasi dan keterangan dari saksi. Selain itu kami juga akan melakukan olah tkp untuk menelusuri kemana bagian daging dari dua jasad, apakah dibuang atau seperti apa, itu yg mau kami pastikan," ujar Niko saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/2/2018).

Saat ini, Neneng, dan kedua anaknya yang tinggal di rumah tersebut, yakni Erna Rendrasari (48) dan Denny Rohmat (43), sudah dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan observasi kondisi kejiwaan.

Baca Juga : Dua Tahun Warga Melong Cimahi Bertetangga dengan Kerangka Mayat

Dikatakan Niko, Tim Inafis, yang sebelumnya melakukan pemeriksaan kerangka di tempat penemuan dan pengumpulan barang bukti tak menemukan bagian daging dari kerangka tersebut.

Terkait penetapan status, Niko belum bisa memastikan selama dokter poli jiwa RS Dustira yang menangani Neneng belum memberikan lampiran hasil observasi.

"Harus menunggu dulu hasil observasinya seperti apa. Karena kalau kondisi kejiwaannya ternyata terganggu, ya kasusnya tidak bisa dilanjutkan. Tapi kami tetap akan melaksanakan pembongkaran makam Nanung dan Hera, terlepas dari seperti apa kondisi Neneng," tegas Niko.

Baca Lainnya