Selasa, 16 April 2019 17:47

Curah Hujan Tinggi Picu Kenaikan Harga Tomat di Petani dan Pasar

Reporter : Fery Bangkit 
Seorang pedagang tomat tengah melayani pembeli di pasar tradisional.
Seorang pedagang tomat tengah melayani pembeli di pasar tradisional. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Harga sayuran jenis bawang di sejumlah pasar tradisional di Kota Cimahi mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam sebulan terakhir. Bahkan, kenaikannya mencapai dua kali lipat dari sebelumnya.

Sebulan lalu, harga tomat masih dikisaran Rp7.000 per kilogram. Tapi sekarang ini, harga naik menjadi Rp14.000 per kilogram. Merangkaknya harga tomat diduga karena intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan petani gagal panen.

Baca Juga : Harga Bawang Naik 50%, Pedagang Sebut ada Permainan di Kartel

Asep (35), pedagang sayuran di Pasar Antri Cimahi menuturkan, dampak dari kenaikan itu, sejumlah pelanggannya pun mengurangi jumlah pembeliannya. Meski begitu, Asep tetap melayani pembelinya dengan harga sesuai takaran. Biasanya, ia memberikan empat hingga lima butir tomat jika pelanggannya ingin membeli tomat sebesar Rp10.000.

"Biasanya tukang jus kalau beli tomat itu 5 kilogram sekali beli, sekarang belinya hanya 2 kilogram saja, iya lumayan berkurang penjualannya,"  kata Asep, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga : Harga Kentang di Pasar Cimahi Anjlok Hingga 60%

Selain bekurangnya takaran pembelian, Asep juga mengaku terpaksa juga mengurangi stok dagangannya yang biasa ia beli dari Pasar Induk Caringin Bandung. Biasanya, ia bisa menyimpan stok 75 kilogram per hari, tapi kini hanya 25 kilogram dalam sehari.

"Dulu beli dari pasar induk itu Rp5.000 - 6.000, sekarang dari pasar induk saya beli Rp11.000, pembeli juga pada nanya kenapa, setahu saya mungkin karena stoknya kurang dari sananya (petani)," ujarnya.

Baca Juga : Harga Bawang dari Bandar Melonjak, Satgas Pangan Cimahi Bakal Turun Tangan

Ace (26), pedagang lainnya pun menuturkan hal yang sama. Ia bahkan hanya mengambil 5 kilogram tomat sejak harganya menembus Rp12.000. "Saya juga tidak tahu, kenapa harganya bisa naik, ya sekarang mengandalkan dari sayuran yang lain saja untuk dijual," ujarnya.

Selain di tingkat pasar, harga tomat ternyata sudah naik di tingkat petani. Dulu, harga tomat di petani hanya Rp4.000 - 5.000, sekarang melesat menjadi Rp10.000 per kilogram.

Iseng Suhendri, petani sayuran asal Lembang, Bandung Barat mengatakan, kenaikan harga disebabkan stok tomat terbatas akibat tanamannya banyak yang rusak karena gangguan hujan.

"Dari tingkat pengepul sudah dijual Rp11.000 per kilogram, kalau di pasar bisa mahal lagi. Diprediksi, harga tomat akan bertahan hingga bulan puasa," katanya.

Iseng menuturkan, tingginya intensitas hujan dalam sebulan terakhir ini menjadi penyebab lahan pertanian tomat seperti di Cibodas mengalami gagal panen. 

"Jumlah petani yang menanam tomat sedikit, paling ada beberapa orang saja, saya juga enggak tanam. Bagi yang tanam, melonjaknya harga tomat tersebut merupakan berkah, bisa mendapat untung yang lebih besar," ujarnya.

Tidak hanya tomat, harga sayuran brokoli pun merangkak naik menjadi Rp9.000 dan sawi Rp3.000 per kilogram. Iseng mengatakan normalnya burkoli dijual Rp6.000 dan sawi Rp1.500 per kilogram.

"Tomat, brokoli dan sawi adalah jenis sayuran yang mudah rusak karena terserang hujan sehingga sebabkan harganya jadi naik," ujarnya. 

Baca Lainnya