Limawaktu.id,
Bandung – SMK Pasundan 2 Bandung kembali berhasil memenuhi target Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Meski lokasi sekolah berada di Jalan Pelita Karya, Maleber Barat, yang cukup jauh dari jalan protokol, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK Pasundan 2 terus meningkat. Tahun ini, target penerimaan sebanyak 14 rombongan belajar (rombel) telah terpenuhi.
Kepala SMK Pasundan 2 Bandung, Umar Khatob, S.Pd., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.
Menurutnya, promosi paling efektif justru datang dari para orang tua, alumni, dan masyarakat yang merasakan langsung kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
"Ini merupakan promosi berjalan dari mulut ke mulut. Banyak alumni yang sukses dan mudah mendapatkan pekerjaan, sehingga masyarakat semakin percaya kepada SMK Pasundan 2," ujar Umar, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menambahkan, selain didukung bonus demografi, tingginya animo masyarakat juga dipengaruhi oleh keseimbangan antara pendidikan kompetensi dan pembinaan karakter yang menjadi ciri khas sekolah.
"Di sini bukan hanya keterampilan yang kami bangun. Banyak siswa yang awalnya belum lancar membaca Al-Qur'an, setelah belajar di sini menjadi mampu membaca, menghafal surat-surat pendek, serta memiliki akhlak dan karakter yang lebih baik," katanya.
Meski jumlah siswa terus meningkat, Umar menegaskan sekolah tidak berhenti meningkatkan kualitas pelayanan. Berbagai fasilitas praktik seperti laboratorium dan bengkel terus dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, seluruh guru didorong memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan peserta didik.
"Setiap guru harus menghasilkan produk. Guru agama misalnya, produknya adalah meningkatnya akhlak siswa, baik dalam ucapan maupun perilaku di sekolah maupun di rumah," jelasnya.
Sebagai bentuk pembinaan karakter, setiap awal tahun ajaran, siswa dibekali Buku Kendali Keagamaan dan Budi Pekerti. Buku tersebut menjadi media komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk memantau pelaksanaan ibadah, hafalan Al-Qur'an, serta aktivitas keagamaan siswa sehari-hari.
Dalam bidang kompetensi, siswa juga dipersiapkan memasuki dunia kerja melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Menurut Umar, hubungan yang erat dengan dunia industri membuat banyak lulusan langsung direkrut perusahaan setelah menyelesaikan pendidikan.
"Melalui PKL, industri dapat melihat langsung kompetensi siswa. Karena itu, rata-rata lulusan kami langsung terserap dunia kerja, termasuk bekerja di luar negeri seperti Jepang dan Jerman," ujarnya.
Dia menyebutkan,
SMK Pasundan 2 Bandung memiliki lima program keahlian, yaitu Teknik Pemesinan, Teknik Elektronika, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, serta Teknik Sepeda Motor. Seluruh jurusan didukung fasilitas praktik yang memadai sehingga siswa lebih banyak belajar secara langsung.
"Di sekolah kami tidak ada istilah hanya teori. Siswa langsung praktik. Untuk jurusan sepeda motor misalnya, servis ringan dilakukan langsung di bengkel sekolah," sebut Umar.
Sebagai salah satu program unggulan, SMK Pasundan 2 mengembangkan program Go Global Go International. Selain memperoleh kompetensi kejuruan, siswa juga mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang sebagai bekal bekerja di luar negeri.
"Setiap tahun minimal lima lulusan bekerja di Jepang melalui program dana talang. Biaya keberangkatan ditanggung lebih dahulu dan dibayarkan setelah mereka bekerja. Bahkan mereka memiliki kesempatan untuk bekerja sekaligus melanjutkan kuliah di Jepang," pungkas Umar.