Senin, 23 Juli 2018 18:40 Advertorial

Cuma Rehab 55 Pecandu Narkoba, ini Alasan BNNK Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Peringatan HANI 2018 yanh diadakan BNNK Cimahi di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Raya Baros (23/7/2018).
Peringatan HANI 2018 yanh diadakan BNNK Cimahi di Gedung Technopark Cimahi, Jalan Raya Baros (23/7/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Narkotika Nasional (BNNK) Cimahi hanya menampung 55 Pecandu narkotika untuk direhabilitasi secara gratis tahun 2018.

Pelayanan rehabilitasi gratis yang telah dikerjasamakan dengan BNNK Cimahi adalah RSUD Cibabat, Rumah Sakit Mal, Puskemas Cimahi Tengah dan salah satu yayasan di Cimahi.

Baca Juga : Peringati HANI 2018, BNNK dan Wakil Wali Kota Cimahi Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Kepala BNNK Cimahi, Ivan Eka Satya menjelaskan, penampungan maksimal 55 pecanduk narkotika untuk direhab secara gratis dikarenakan menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki pihaknya. Ke depan, kata dia, pihaknya akan mengajukan penambahan anggaran.

"Tentunya ada (penambahan anggaran). Anggaran nanti pemerintah pasti akan mengingat," kata Ivan saat ditemui usai peringatan 'Hari Anti Narkoba Internasional' (HANI) 2018 di Gedung Technopark Cimahi, Jln. Raya Baros, Senin (23/7/2018).

Baca Juga : Pelayanan Rehab Gratis Pecandu Narkoba, BNNK Cimahi Kucurkan Rp 1,2 Jura per Orang

Meski terbatas soal anggaran, kata Ivan, yang terpenting bagi pihaknya adalah bekerja untuk memberantas dan mencegah penyalahgunaan narkotika.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Cimahi, Samsul Anwar menambahkan, anggaran BNNK sudah ditentukan dari pusat. Sebab sudah ditentukan pusat, maka anggaran untuk rehabilitasi pun disesuaikan, yakni maksimal untuk 55 pecandu narkotika.

"Kalau BNN (Cimahi) itu anggarannya sudah ditentukan pusat. Segitu ya segitu kita tidak bisa beranjak dari itu," kata Samsul.

Dikatakannya, jika target pecandu narkotika lebih dari target, yakni 55 orang, maka akan dirujuk ke Kementrian Kesehatan. Apalagi, pihaknya tidak melayani rawat inap rehabilitasi.

"Kalau skema rehab inap kita tidak bisa melayani. Dirujuk ke Kemenkes. Ada 5 (lima) orang yang sudah dirujuk ke sana," bebernya.

Hingga pertengahan Juli ini, ada sekitar 23 orang penyalahgunan narkotika yang direhab melalui BNNK Cimahi. "Yang sekarang yang sudah direhab medis di Puskesmas Cimahi 11, di Mall 8 (delapan) itu rehab medis. Kemudian di Yayasan Binamika itu ada 4 (empat) orang rehab sosial," beber Samsul.

Samsul membeberkan, khusus untuk rehab rawat jalan penyandang narkotika, per orangnya mencapai Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk rehab jalan sosial, per orangnya dibutuhkan Rp 8 ratus ribu. 'Ongkos' rawat jalan tersebut akan berlaku hingga pecandu itu pulih dan produktif lagi.

"Tapi tahap rehabilitasi itu bukan berarti menjamin si pecandu bebas dari narkotika. Kita hanya sampai pemulihan saja," tandasnya.

Baca Lainnya