Rabu, 15 Agustus 2018 23:16

City Branding Cimahi 'Geje'!

Reporter : Fery Bangkit 
Acara 'City Branding dan Media Handling' di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (15/8/2018).
Acara 'City Branding dan Media Handling' di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (15/8/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Upaya Kota Cimahi dalam menentukan 'City Branding' mendapat kritikan dari Dosen Ilmu Hubungan Masyarakat Universitas Padjajaran, Anwar Sani.

Menurutnya, kota mungil ini belum memiliki arah yang jelas mengenai konsep penentuan 'City Branding' yang cocok dan sesuai dengan kondisi Kota Cimahi.

Hal itu disampaikannya usai mengisi acara 'City Branding dan Media Handling' di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (15/8/2018).

"Dari yang saya lihat, perpindahan konsep branding dari smart ke creative itu sangat singkat, jadi mana yang benar sebetulnya. Mana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah, sebetulnya harus digali lagi," kata Anwar.

Menurut Anwar, City Branding itu tentunya harus bisa dirasakan oleh semua warga Kota Cimahi, tanpa terkecuali. Dengan pergantian branding dalam sekejap, juga menjadikan arah perkembangan Cimahi menjadi tidak jelas.

"Misalnya Smart City, apakah Cimahi sudah se-smart itu? Smart itu apa indikatornya? Apakah teknologinya atau apakah layanan publiknya. Pembuktian ke masyarakatnya itu seperti apa, jangan asal membuat branding tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.

Menurutnya,  Pemerintah Kota Cimahi masih belum siap menentukan city branding yang tepat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan visi dari pemimpin Cimahi. Dirinya menyarankan agar pemerintah bisa mengonsep dan melakukan kajian dengan baik mengenai city branding yang nantinya menjadi wajah Kota Cimahi.

"Banyak step yang harus dilakukan, misalnya melakukan kajian yang komprehensif, menentukan ciri khasnya, serta memberikan injeksi internal mewakili generasi muda dan generasi tua, katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi Informasi Kearsipan dan Perpustakaan (Diskominfoarpus), Tubagus Yandi, pihaknya akan mencari konsep city branding yang cocok dan tepat bagi Cimahi dengan melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) serta kajian.

"Tadi baru memperkenalkan pada SKPD, biar ada masukan dari mereka apa yang cocok jadi konsep city branding Cimahi," ujarnya.

Pengonsepan city branding ini juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sebab harus melakukan survey konsep city branding ke daerah lain dan pembentukan tim kecil.

"Anggarannya belum bisa kita hitung, jadi tidak tahu berapa. Tapi lumayan besar pastinya. Ada juga tim kecil yang nanti dibentuk, isinya ada akademisi, perwakilan SKPD, bahkan masyarakat," pungkasnya.

Baca Lainnya