Selasa, 15 September 2020 14:23

Cimahi Zona Merah, Forkopimda Jabar Beri Perhatian Khusus

Reporter : Fery Bangkit 
salah satu pelanggar saat tertangkap Razia operasi yustisi.
salah satu pelanggar saat tertangkap Razia operasi yustisi. [Foto Istimewa]

Cimahi - Masuknya Kota Cimahi ke dalam zona merah penyebaran virus korona atau COVID-19 mendapat atensi dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Jawa Barat dan Kota Cimahi.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Sufahriadi, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, serta Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna dan Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki terjun langsung untuk memulai operasi yustisi di pusat Kota Cimahi pada Selasa (15/9/2020)

Berdasarkan pantauan, sejumlah pengendara yang melintas di ruas Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, pasrah diberhentikan petugas gabungan karena  kedapatan tidak memakai masker.

Para pelanggar itu kemudian diminta menunjukkan KTP-nya untuk dimasukkan ke dalam database pelanggar protokol kesehatan. Terlebih lagi Kota Cimahi mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

"Hari ini bersama Pangdam Siliwangi dan Wali Kota Cimahi meninjau pelaksanaan operasi yustisi. Kenapa di Cimahi, karena hasil evaluasi Pemprov Jabar dinyatakan masuk zona merah," ungkap Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Sufahriadi.

Selama pemberlakuan PSBM Gugus Tugas COVID-19 Kota Cimahi akan memetakan penyebaran Covid-19 hingga ke wilayah tempat tinggal.

"Sudah diarahkan untuk PSBM. Jadi petugas nanti mencari penyebarannya sampai ke tingkat kampung. Orangnya siapa yang positif dan itu yang difokuskan untuk isolasi," katanya.

Sementara itu Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengungkapkan operasi yustisi tersebut perlu dilaksanakan untuk menekan pelanggar selama PSBM diterapkan di Cimahi.

"Kami mendukung pelaksanaan yustisi oleh Polda Jabar. Ini bentuk pendisiplinan masyarakat untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Untuk cimahi ini masuk zona merah. Dengan operasi yustisi ini pasti akan jauh menurun sebaran kasusnya," katanya.

Baca Lainnya