Selasa, 9 Oktober 2018 12:59

Cimahi Kota Masuk Zona Merah Kejahatan Narkotika

Reporter : Fery Bangkit 
Kejaksaan Negeri Cimahi (Kejari) Cimahi Memusnahkan Sejumlah Barang Bukti Hasil Kejahatan Narkotik, Selasa (9/10/2018) Di Lap. Kejari Cimahi, Jln. Sangkuriang, Kota Cimahi.
Kejaksaan Negeri Cimahi (Kejari) Cimahi Memusnahkan Sejumlah Barang Bukti Hasil Kejahatan Narkotik, Selasa (9/10/2018) Di Lap. Kejari Cimahi, Jln. Sangkuriang, Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Kepala Seksi Barang Perampasan dan Barang Bukti Kejari Cimahi, M Ilham Putranto menyebutkan, kawasan perkotaan di Cimahi masuk ke dalan zona merah peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Hal itu disampaikan Ilham usai acara pemusnahan sejumlah barang bukti kejahatan narkotika di Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Selasa (9/10/2018).

"Cimahi kota itu masuk zona merah, karena kebanyakan tertangkap di Cimahi kota," beber Ilham.

Dikatakannya, masuknya kawasan Cimahi perkotaan ke dalam zona merah lantaran dari hasil barang bukti yang dimusnahkan kali ini mayoritas pengungkapannya beradan di daerah perkotaan.

Sejak April hingga September 2018, total perkara yang dilimpahkan ke Kejari Cimahi mencapah 56 kasus, dengan total pelaku sekitar 80 orang. "Satu perkara itu ada yang 2 (dua) pelaku ada yang lebih. Ada yang mengedarkan, ada juga penyalahguna," ungkap Ilham.

Jumlah total barang bukti peredaran dan penyalahgunaan narkotika adalah shabu sebanyak 61,6587 gram, ganja sebanyak 648,9815 gram, obat-obatan terlarang seperti tramadol, trihexipenidil, hexymer, dextrometrophan dan ekstasi 2.128 butir.

"Kalau dirupiahkan totalnya sekitar Rp 80 juta," katanya.

Baca Lainnya