Kamis, 24 Mei 2018 17:15

Cerita Masa Kecil Ngatiyana Hingga Menu Favorit Saat Puasa

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana.
Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Didikan Keras sejak kecil menjadikan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana selalu segar dalam menjalankan ibadah Puasa.

Kebiasaan puasa sudah dilakoni pria kelahiran Bantul, 05 Juli 1961 itu sejak kelas III Sekolah Dasar (SD). Hal itu ditanamkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil.

"Saya sejak kecil mulai belajar puasa. Saat itu puasa setengah hari, buka jam 12 (siang)," terang Ngatiyana, Kamis (24/5/2018).

Didikan keras kerap datang dari sang ayah. Pasalnya, menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dirinya sudah dibiasakan melaksanakan puasa selama tiga minggu, dalam sebulan. Hal itu berlangsung selama enam tahun.

"Dari satu bulan, hanya seminggu tidak puasa. Sampai umur 14 tahun waktu itu," tuturnya.

Didikan tersebutlah yang membuatnya kuat dalam menjalankan ibadah puasa. Termasuk saat menjadi prajurit TNI. Meski tengah menjalankan tugas kenegaraannya, puasa sama sekali tak ditinggalaknnya.

Karir Ngatiyana di dunia militer dimulai sejak tahun 1983. Sebelum mendaftar jadi militer, ia terlebih dulu bekerja di salah satu perusahaan.

Namun, setelah tahu diterima menjadi Anggota TNI, Ngatiyana memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya saat itu. Setelah lulus, ia mengenyam pendidikan militer tahun 1984.

"Selesai pendidikan, tahun 1985 dikirim ke Timor-Timor selama 18 bulan," terang Ngatiyana

Selama menjadi prajurti TNI, khususnya saat menjalani pendidikan, kehidupan keras harus dijalaninya dalam menjalankan puasa.

"Dulu, mau jalan kaki 20 km, isi tas sampai 30 kilogram tetap puasa," terang Ngatiyana.

Namun, karir militernya harus berakhir lebih dini pada tahun 2017 ketika ia memilih mendampingi Ajay M Priata dalam pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota.

Dua jabatan terakhirnya diembannya adalah sebagai prajurit TNI adalah sebagai Kabagpers Set Pussenif Kodiklat TNI AD dan Gumil Gol V Deppengmilum Pusdikif Pussenif Kodiklat TNI AD.

"Saya pensiun harusnya 2020, tapi penisun dini tahun 2014," ucap Ngatiyana.

Menu buka puasa dan sahur Ngatiyana pun cukup unik. Menu wajib baginya hanyalah harus ada tempe. Baik disayur maupun digoreng.

Sampai ia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Cimahi periode 2017-2022, menu tersebut masih menjadi menu favoritnya.

"Senengnya tempe sampai sekarang," ucapnya.

Baca Lainnya