Limawaktu.id, Cimahi - Bencana Banjir yang terjadi Minggu (11/11/2018) sore ternyata menyisakan cerita pilu bagi warga RT 04/06 Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Ahmad Isak Subagja (32), salah seorang warga setempat menceritakan betapa dahsyatnya air yang menghantam wilayah RW 6. Ia menuturkan, hujan turun sejak pukul 12.00 WIB. Kemudian, sore harinya semakin besar.
"Saya sama keluarga, termasuk istri saya gak kemana-mana. Ada di rumah," tutur Ahmad saat ditemui di kediamannya, Senin (12/11/2018).
Kemudian, saat hujan semakin besar, limpahan air dari Jalan Amir Mahmud pun semakin deras. Posisi RW 6 sendiri berada di titik rendah sehingga limpahan air pun semakin deras.
"Banjirnya mulai besar itu pukul 16.00 WIB," terang Ahmad.
Sekitar pukul 16.20 WIB, ia pergi ke dapur. Tepat pukul 16.30 WIB, derasnya air membuat tembok bagian dapur jebol. Saat itu, ia masih berada di dapur untuk menyelamatkan sepatu anaknya.
Ahmad pun tak bisa berbuat banyak. Lemari piring yang tepat berada di belakang tembok jebol sempat menimpanya, sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.
"Sebelum saya gak sadarkan diri, saya kelelep. Setahu saya air itu sampe 2 (dua) meter lebih, saya liat dari jendela kenceng sekali, kaya Tsunami" katanya.
Untungnya, salah seorang kerabat menariknya lewat jendela. Ahmad pun sempat dilarikan ke RSUD Cibabat untuk mendapat perawatan karena luka pecahan kaca.
"Kalau gak ditarik, mungkin sekarang saya udah gak ada," tuturnya.