Kamis, 30 Mei 2019 14:59

Cemas Harga Mahal, Pedagang Cimahi Sarankan Pemerintah Impor Daging Sapi

Reporter : Fery Bangkit 
Rohani Rosmini, salah satu pedagang ayam
Rohani Rosmini, salah satu pedagang ayam [FeryBangkit]

Limawaktu.id - Harga daging sapi di tingkat pasar tradisional diprediksi mengalami kenaikan yang cukup signifikan saat Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Hidayat (47), salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi menuturkan, sekarang ini saja, harga daging sapi sudah menyentuh Rp 115 ribu per kilogram atau naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 110 ribu.

"Pas mungguahan kemarin sempat naik juga sampe Rp 120 ribu per kilogram. Kalau lebaran nanti diprediksi bisa sampai 150-160 ribu per kilogram," terang Hidayat saat ditemui di Pasar Atas Baru, Jalan Kolonel Masturi, Kamis (30/5/2019).

Dikatakannya, prediksi kenaikan harga daging sapi itu dikarenakan permintaan yang meningkat. Sedangkan suplai dagingnya akhir-akhir ini terbilang menipis.

"Stoknya menipis, gak stabil dari Jakartanya," ucap Hidayat.

Menurutnya, jika terus mengandalkan sapi lokal, kemungkinan harga di tingkat eceran akan semakin melonjak tinggi. Sebab menurutnya, stok daging sapi lokal tak akan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.

Untuk itu, Hidayat berharap pemerintah segera menerapkan kebijakan daging sapi impor. Sepeerti hal nya impor bawang putih atau kating yang juga diimpor dari luar negeri.

"Saran dari pedagang supaya harganya bisa seimbang, harus ada impor daging. Kalau ada impor pasti harga akan stabil," pungkasnya.

Tidak hanya daging sapi, daging ayam eceran juga diprediksi bakal terus mengalami kenaikan. Terutama saat lebaran yang kemungkinan akan jatuh pada 6 Juni mendatang.

"Sepertinya saat lebaran nyampe Rp 40 ribu per kilogram. Sekarang aja udah Rp 38 ribu/kilogram. Sekarang aja udah naik terus," ujar Rohani Rosmini (44), salah satu pedagang ayam.

Menurutnya, melonjaknya harga daging ayam terbilang wajar saat bulan puasa dan lebaran. Sebab, permintaan dari konsumen selalu meningkat. "Dari bandarnya naik, kita juga pasti naik di tingkat eceran. Kalau stok allhamdulilah aman," tuturnya.

Baca Lainnya