Selasa, 16 Oktober 2018 17:14

Cara Disnakertrans KBB Entaskan Pengangguran

Reporter : Fery Bangkit 
Pemerintah memberikan bantuan sekaligus pembinaan kewirausahaan bagi kelompok TKM yang sumbernya berasal dari Tugas Pembantuan (TP) dan luncuran.
Pemerintah memberikan bantuan sekaligus pembinaan kewirausahaan bagi kelompok TKM yang sumbernya berasal dari Tugas Pembantuan (TP) dan luncuran. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat terus berupaya menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan memperkuat ekonomi rakyat dengan menciptakan wirausaha baru dengan basis produk ekonomi mikro.

Kepala Disnakertrans Bandung Barat, Iing Solihin mengungkapkan, program penciptaan wirausaha baru merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang disalurkan melalui Disnakertrans dalam rangka membangun kemandirian bangsa secara ekonomi melalui kewirausahaan.

"Masyarakat yang kita berdayakan ini disebut Tenaga Kerja Mandiri (TKM), sesuai rencana, mereka diharapkan bisa menjadi wirausaha yang mandiri. Program ini juga dapat membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, "kata Iing, Rabu (16/10/2018).

Pada tahun ini, pemerintah memberikan bantuan sekaligus pembinaan kewirausahaan bagi kelompok TKM yang sumbernya berasal dari Tugas Pembantuan (TP) dan luncuran. Setiap kelompok TKM, selain mendapat pelatihan selama tiga hari, juga akan diberikan alat yang dibutuhkan untuk kelompok kewirausahaan tersebut.

"Untuk di Bandung Barat, bantuan yang berasal dari TP ada 6 (enam) bantuan, sedangkan luncuran ada 7 (tujuh) bantuan, sehingga totalnya tahun ini pemerintah memberikan 13 bantuan kewirausahaan," bebernya.

Terkait produk dan bidang usaha yang dijalankan kelompok TKM, lanjut dia, bisa berupa kuliner atau home industri yang disesuaikan dengan potensi dan domisili kelompok tersebut. Misalnya di Lembang, karena daerah sentra penghasil tomat, maka wirausaha yang sangat tepat di Lembang adalah membuat saus tomat.

"Kelompok TKM diberikan teori dan praktek terkait kewirausahaan yang berorientasi membuat produk, outputnya adalah mereka bisa mandiri dalam berwirausaha yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Agar program kewirausahaan ini bisa berjalan sesuai harapan, lanjut dia, ke depannya masyarakat penerima bantuan akan terus dipantau oleh Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang langsung direkrut Kementerian Ketenagakerjaan.

"TKS akan langsung memberikan pembinaan, membuat laporan tentang perkembangan usahanya sampai kontrak TKS selesai di bulan Desember 2018 untuk dilaporkan ke kementrian. Nanti pasti dipantau, dibina terus hingga kelompok-kelompok TKM ini berhasil," terangnya.

Baca Lainnya