Rabu, 16 Januari 2019 17:01

Capaian Penerimaan Bea Cukai Jabar Lebihi Target

 Kepala Kanwil DJBC Jabar Saifullah Nasution, dalam konferensi pers perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Barat, di Gedung Keuangan Negara, Rabu (16/1).
Kepala Kanwil DJBC Jabar Saifullah Nasution, dalam konferensi pers perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Barat, di Gedung Keuangan Negara, Rabu (16/1). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Barat berhasil melebihi target penerimaan yang dicanangkan oleh Kementerian Keuangan. 

Pada tahun 2018, Kanwil DJBC Jabar ditargetkan memperoleh penerimaan sebesar Rp 27, 221 triliun. Namun, realisasi dari Bea Cukai Jabar lebih tinggi, yakni Rp 27,756 triliun atau 101,6 persen. 

"Penerimaan terdiri dari dua elemen, yakni cukai dan bea masuk," ujar Kepala Kanwil DJBC Jabar Saifullah Nasution, dalam konferensi pers perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Barat, di Gedung Keuangan Negara, Rabu (16/1).

Dari bea masuk, sebut Saifullah, DJBC Jabar memeroleh penerimaan sebesar Rp 0,988 triliun, sedangkan dari cukai sebanyak Rp 26,767 triliun. Saifullah mengatakan, selain penerimaan sendiri, ada pula realisasi dari joint program dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal pajak.  

"Dari target Rp 500 miliar, kami bisa mendapatkan Rp 535,8 miliar," ucapnya. 

Di sisi lain, sepanjang tahun 2018, terdapat 2.268 penindakan yang dilakukan oleh DJBC Jabar. Rekor ini terbesar di Jabar dibandingkan penindakan pada tahun sebelumnya. Penindakan paling banyak adalah narkotika, yang diselundupkan melalui Bandara Husein Sastranegara Bandung dan kantor pos.  

"Selain itu, obat-obatan, komestik, sex toys, dan benda-benda yang dilarang masuk ke indonesia. Khusus di cukai, kami menindak rokok, tembakau iris, dan juga minuman beralkohol," papar Saifullah. 

Tak hanya itu, DJBC Jabar juga melakukan inovasi guna meningkatkan pelayanan mereka kepada masyarakat. Diantaranya dengan membangun Monitoring Control Room (MCR), sehingga pihaknya bisa melakukan pengawasan internal.

"Saya bisa mengawasi Jawa Barat dari handphone (telepon seluler) saya. Ini salah satu inovasi yang kami lakukan sepanjang tahun 2018," seru Saifullah. (*)

Baca Lainnya