Rabu, 10 April 2019 19:38

Campur Tangan Ajay Dibalik Pembuatan Track Offroad di Cireundeu

Reporter : Fery Bangkit 
Jalur Offroad Di Gunung Pasir Panji.
Jalur Offroad Di Gunung Pasir Panji. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Ternyata, pihak yang bertanggungjawab atas pembuatan track offroad di Gunung Pasir Panji di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Jawa Barat.

Pembuatan jalur offroad itu dimulai beberapa waktu lalu dengan menggunduli lahan yang tadinya hijau. Bukan hanya merusak flora yang ada, tapi juga mengancam keberadaan resapan air.

Baca Juga : Demi Track Offroad, Gunung di Kampung Adat Cireundeu Kembali Rusak

Kepala Bidang Olahraga Roda Empat IMI Jabar, Fredy Rostiawan, mengatakan saat ini lahan tersebut tengah dilakukan pembersihan lahan dan pembukaan jalur. Kemudian nantinya lahan itu akan dijadikan beberapa spot, seperti speed offroad di bagian bawah, adventure offroad di bukit dan sisanya untuk lintasan motor cross dan speed rally.

"Untuk panjang lintasan itu, jalur akses 1 kilometer dan lintasannya akan memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer. Jadi total panjang nanti 4,5 kilometer, nanti lintasannya akan melingkar," ujar Fredy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (10/4/2019).

Baca Juga : Kerusakan Area Hijau di Kampung Cireundeu Bertambah, ini Jawaban DLH Cimahi

Diakuinya, sebelum melakukan pembukaan jalur, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, sehingga pengerjaannya, berupa penggundulan lahan bisa langsung dilakukan.

"Saya minta ke Pak Wali karena sayang daripada dijadikan tempat pembuangan sampah mending dijadikan lintasan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Sementara untuk izin pembuatan track-nya, lanjut dia, hingga saat ini pihaknya belum mengurus perizinan untuk pembanguan lintasan tersebut karena masih dalam tahap pembukaan jalan. Namun setelah pembukaan jalan pihaknya akan menyelesaikan perizinan ke Pemkot Cimahi dan Pemkab Bandung Barat.

"Karena ada sedikit lahan yang masuk Kabupaten Bandung Barat luasnya sekitar 6 hektare. Untuk izin land clearing sudah keluar pak Wali Kota Cimahi juga sudah cek kesini," katanya.

Untuk masuk ke pembangunan lintasan, saat ini pihaknya tengah mempersiapakan semua dokumen perizinan seperti feasibility study, amadal dan syarat yang lainnya untuk diajukan ke Pemkot Cimahi dan Pemkab Bandung Barat.

"Saat ini belum masuk ke tahap pembuatan lintasan. Jadi kalau sudah masuk dalam tahap itu baru kita melengkapi semua syarat perizinan ke Pemkot dan Pemkab," tandasnya. 

Baca Lainnya