Senin, 3 Desember 2018 10:53

Caleg non Incumbent Soal Reses:Kesannya Hanya Bagi Duit Saja!

Reporter : Fery Bangkit 
Calon Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Demokrat, Aos Muslihudin (tengah).
Calon Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Demokrat, Aos Muslihudin (tengah). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Calon Anggota DPRD Kota Cimahi dari Partai Demokrat, Aos Muslihudin menyebutkan, pelaksanaan reses saat masa kampanye PIleg 2019 sangat tidak adil.

Sebab, kata dia, pelaksanaan reses dalam masa persidangan ketiga ini sangat menguntungkan bagi Caleg incumbent atau yang saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Cimahi. 

Baca Juga : Dana Reses Musim Kampanye Naik, Tiap Dewan di Cimahi Dapat Segini

"Seharusnya jangan ada reses masa saat kampanye, sebaiknya sebelum masa kampanye. Jangan disaat masa kampanye, itu lebih fair," kata Aos saat ditemui di Alun-alun Cimahi, Minggu (2/11/2018).

Terlebih lagi, kata dia, dalam pelaksanaan reses ini, ada rupiah yang akan diberikan kepada para konstituen. Jadi, kata dia, pelaksanaan reses kali ini terkesan hanya bagi-bagi uang saja. Sementara aspirasinya sedikit dikesampingkan.

"Diuntungkan incumbent karena jarak wilayah Cimahi dekat. Misal, reses se-RW terus dibagi tranportasi Rp 50 ribu. Jadi kesannya hanya bagi-bagi duit saja," tandasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Cimahi, Edi Kanedi tak menampik jika ajang reses sangat menguntungkan bagi Calon Legislatif (Caleg) yang saat ini duduk di kursi wakil rakyat.

Seperti diketahui, sekitar 45 wakil rakyat Kota Cimahi akan melaksanakan reses pada 2-3 Desember 2018. Reses lusa nanti merupakan agenda terakhir bagi mereka untuk menyerap aspirasi rakyat.

"Untuk promosi pribadi ada diuntungkan. Walaupun dewan diuntungkan secara fasilitas, ya jangan jadi gerah akibat dewan melakukan reses," kata Edi, Minggu (2/12/2018).

Dikatakannya, meski dalam kegiatan reses para Anggota DPRD tidak secara terang-terangan mengkampanyekan diri bahwa akan maju lagi pada Pileg 2019, tapi tetap saja ada dampak yang didapat dari reses itu.

"Walaupun secara tidak vulgar menyampaikan bahwa dirinya maju, konstituen udah tau, tidak usah ngomong (maju lagi di Pileg) juga udah tau," tegas politisi Partai Demokrat itu.

Reses merupakan agenda rutin bagi seorang Anggota DPRD yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. 

Berdasarkan aturan itu, lanjutnya, pihaknya otomatis tetap harus melaksanakan reses meski momen saat ini ialah masa kampanye Pileg 2019. Tapi, klaim Edi, reses ini murni hanya untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.

Pasalnya, lanjut dia, reses memiliki dampak yang positif terhadap pembangunan Kota Cimahi. "Karena saat reses anggota dewan mendapat aspirasinya. Makin banyak reses makin ketemu, makin banyak yang disampaikan," tuturnya.

Baca Lainnya