Jumat, 3 Agustus 2018 13:41

Cakupan Penarikan Sampah dari ke TPA sudah 80%

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Kebersihan Mengangkut Sampah yang Menumpuk.
Petugas Kebersihan Mengangkut Sampah yang Menumpuk. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengklaim, cakupan pelayanan penarikan sampah di Cimahi sudah mencapai 80%.

Kepala UPT Kebersihan DLH Kota Cimahi, Usep Koswara mengatakan, setiap harinya ada sekitar 300 ton tumpukan sampah di Kota Cimahi. Yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat sekitar 200-220 ton per hari.

Baca Juga : Nah Lho, ada Gunungan Sampah di Pinggir Jalan

"Kalau cakupan penarikan sampah sudah 80 persen. Sampah di Kota Cimahi 300 ton per hari. Kita sudah mengangkut 200-220 ton," beber Usep saat dihubungi via sambungan telepon, Jum'at (3/8/2018).

Kemudian, kata Usep, 20% atau 80 ton sisa sampah yang tak terangkut itu merupakan sisa yang diolah menjadi kompos di Tempat Pembuangan Semntara (TPST).

Baca Juga : Blak-blakan UPT Persampahan Soal TPS di Cimahi

"Sisanya 80 ton dikelola menjadi pupuk kompos," katanya.

Untuk mencakup pelayanan kebersihan, termasuk pelayanan penarikan sampah, DLH Kota Cimahi memberdayakan 175 petugas kebersihan itu jika harus membersihkan Kota Cimahi secara keseluruhan.

Baca Juga : Tumpukan Sampah di Cimahi Capai 300 Ton/Hari

"Tetapi kalau pelayanan penarikan sampah bisa menyeluruh se Kota Cimahi. Kalau untuk penyapuan jalan belum bisa menyeluruh artinya kita butuh tenaga kerja tambahan," kata Usep.

Namun, kata Usep, untuk petugas kebersihan yang statusnya Tenaga Harian Lepas (THL) jumlahnya sudah dibatasi lantaran jumlahnya tidak boleh lebih dari 175 orang, kecuali pihak kelurahan mengajukan petugas tambahan ke Wali Kota Cimahi.

Baca Juga : Minim Petugas, Jalan di Cimahi Belum Tercover Tukang Sapu

"Tapi kita juga tetap harus memetakan mana saja jalur-jalur di Kota Cimahi yang perlu penambahan petugas kebersihan. Kalau diizinkan, berarti dananya harus disiapkan untuk gaji," katanya.

Usep mengaku dengan kurangnya petugas kebersihan saat ini, pihaknya kurang puas karena masih ada jalur jalan yang masih kotor, sehingga harus ada peran dari  Kelurahan, Kecamatan dan RT/RW setempat.

"Minimal bisa membantu 1 minggu sekali untuk membersihkan. Saat ini masih ada pihak kelurahan yang menganggap kebersihan itu tugas Pemerintah," kata Usep.

Atas hal tersebut, kata Usep, saat ini masih ada sampah yang kerap menumpuk di jalan karena telat diangkut oleh petugas kebersihan, sehingga untuk membersihakan sampah itu kurang maksimal.

 

Baca Lainnya