Senin, 21 Januari 2019 17:00

Butuh Sinergitas Awasi Penyaluran PKH

Program Keluarga Harapan.
Program Keluarga Harapan. [Net]

Limawaktu.id - Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar menyebut, jumlah dana Bansos Program keluarga Harapan (PKH) di Jabar pada 2018 mencapai Rp 3,4 triliun, sedangkan untuk tahun ini mengalami peningkatan menjadi Rp 4,1 triliun. 

Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dari semua pihak guna mengawasi penyaluran PKH tersebut agar tepat sasaran. 

Baca Juga : Bukan Dipotong, Tapi Bantuan PKH 2018 Memang Diturunkan Rp123 Ribu

“Kita ingin data itu berkualitas, ini kerja bukan hanya Dinas Sosial, justru dari rekan-rekan yang lain, supaya tepat sasaran, seperti ibu hamil, balita, anak SD sampai SMA, diharapkan uang tersebut diterima tepat waktu dan tepat sasaran," tukas Dodo, usai pertemuan di Markas Polda Jabar, Senin (21/1).

Adapun mekanisme penyaluran dana Bansos dilakukan transfer ke rekening keluarga penerima manfaat, sehingga dibutuhkan pengawasan agar dana tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan pokok, semisal biaya sekolah

Baca Juga : Besaran PKH Berkurang, ini Tugas Bagi Pendampingnya

Dodo mengungkap, bentuk pengawasannya akan dilakukan oleh PKH pendamping masing-masing sampai tingkat desa. Petugas ini yang akan memantau sekaligus memberdayakan dana bansos tersebut.

"Yang harus kita pantau adalah ketika sampai ke rekening masing-masing, benar nggak uang itu digunakan untuk keperluan, jangan sampai anak sekolah uangnya dipakai untuk orang tua," tandas dia. (*)

Baca Lainnya