Rabu, 18 Oktober 2017 13:50

Buruh Menilai Raperda Ketenagakerjaan Versi Pemerintah Tidak Berpihak Kepada Para Pekerja

Reporter : Jumadi Kusuma
Aksi Unjukrasa  Serikat Pekerja dan Serikat Buruh KBB di halaman DPRD KBB
Aksi Unjukrasa Serikat Pekerja dan Serikat Buruh KBB di halaman DPRD KBB [limawaktu]

limawaktu.id,- Serikat buruh dan Serikat Pekerja Kabupaten Bandung Barat mendesak pemerintahan baik DPRD maupun Pemda KBB merevisi beberapa pasal dalam Perda KBB No. 1 tahun 2010 tentang ketenagakerjaan. Pasalnya mereka menilai draft pembaharuan raperda versi pemerintah itu tidak berpihak kepada para pekerja.

“Yang kami tolak itu adalah draft pembaharuan raperda versi pemerintah yang saat ini digodok oleh Pansus 13 DPRD KBB, karena isinya tidak berfihak kepada pekerja/buruh tetapi lebih menguntungkan pengusaha, untuk itu kami menolaknya,” ungkap Dede Rahmat, koordinator aksi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh KBB kepada limawaktu.id, Rabu (18/10).

Menurutnya, yang diinginkan para buruh adalah revisi beberapa pasal dalam Perda KBB No. 1 tahun 2010 tentang ketenagakerjaan. Ada 10 pasal dalam Perda KBB no. 1 tahun 2010 tentang Ketenagakerjaan yang dituntut untuk direvisi, sebagaimana tertuang dalam pernyataan sikap Serikat Pekerja dan Serikat Buruh KBB saat aksi demo di DPRD KBB belum lama ini

“Isi draft pembaharuan raperda versi pemerintah itu isinya copypaste bahkan banyak pasal yang merugikan buruh, sebagai contoh tentang pengaturan outsourching, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), aturan pekerja magang, perlindungan maternitas (hak-hak pekerja perempuan, red.), dan permasalahan upah dan lain sebagainya," pungkasnya.

Ketua Pansus 13 DPRD KBB, Victor pada Senin (16/10) mengungkapkan, DPRD melalui pansus 13 yang membahas draf raperda ketenagakerjaan, akan mengundang pihak-pihak yang berkepentingan dengan masalah ketenagakerjaan di KBB diantaranya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Dinas Ketenagakerjaan dan Serikat Buruh/Pekerja.

“Kami tetap akan melanjutkan pembahasan raperda ini dengan melibatkan stakeholder yang ada seperti serikat pekerja, unsur pengusaha dan Disnaker KBB,” ungkapnya. (jk)*