Jumat, 14 Desember 2018 13:13

Buron Korupsi Rp 9,6 M SLDB Kab Tabalong 'Ngumpet' di KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Kejari Cimahi, Harjo.
Kejari Cimahi, Harjo. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi tempat buron terakhir Direktur PT Bagus Tirta Wardana, Neny Kurnaeni

Ia ditangkap tim Kejari Cimahi saat bersembunyi di wilayah Cikalong Wetan, KBB, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga : Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Cibeureum Bertambah, ini Perannya!

Neny merupakan buronan kasus korupsi buku SD-SD Luar Biasa (SDLB) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong. 

Neny sudah divonis bersalah di tingkat Pengadilan Negeri tahun 2012, kemudian dikuatkan di tingkat pengadilan banding dan inkrah oleh putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tahun 2013. Dia dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda subsider 200 juta subsider 4 bulan kurungan. Kerugian negara akibat prilaku korupsinya mencapai Rp 9,6 miliar. 

Baca Juga : Tersandung Kasus Dugaan Korupsi Tanah Cibeureum, Mantan Wali Kota Cimahi Kembali Bakal Duduk di Kursi Pesakitan

Setelah divonis, Neny kerap berpindah tempat dan sulit dicari. Artinya, sejak tahun 2013 atau sudah lima tahun lamanya Neny berkeliaran atau menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Tabalong.

Kejari Cimahi, Harjo mengatakan, penangkapan buron korupsi itu berawal dari surat yang datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah dipastikan kebenarannya, Kejari Cimahi pun menurunkan tim untuk melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan.

Baca Juga : Wagub Kabat Tercatut dalam Sidang Dakwaan Mantan Sekda Tasikmalaya

"Setelah kita koordinasi, kita siapkan tim dari staf Intel sama Pidsus, kemudian kita sama turun ke lapangan. Tak ada perlawaan dari yang bersangkutan karena lokasi rumahnya sudah kita kepung," beber Harjo usai menghadiri acara di Disjasad TNI AD, Jln. HMS Mintaredja, Cimahi, Jum'at (14/12/2018).

Dikatakannya, setelah ditangkap, yang bersangkutan sempat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum akhirnya di bawa ke Kejari Cimahi. Kini, sekarang Neny sudah dibawa ke Tabalong, Kalimantan Selatan.

Baca Lainnya