Selasa, 18 Desember 2018 17:11

Bupati KBB Tagih Janji Ridwan Kamil Soal  Pembenahan KBU

Reporter : Fery Bangkit 
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menagih program kerja 100 hari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat untuk segera membenahi infrastrukur di Kawasan Bandung Utara (KBU), khususnya Lembang yang selalu diterjang banjir selama musim hujan.

"Kang Emil (Ridwan Kamil), yang soal 100 hari kerja, tolong benerin Lembang," ujar Aa Umbara, Selasa (18/12/2018).

Baca Juga : Pemkab KBB : Jangan Jadikan KBU Kambing Hitam Penyebab Banjir Kota Bandung

Hujan menyebabkan banjir dan merusak insfrastruktur hingga menyebabkan jalan menjadi berlubang karena air hujan tidak bisa langsung mengalir ke saluran di sisi jalan raya.

Aa Umbara mengatakan, pembenahan infrastrukur di Lembang harus dikerjakan oleh pihak provinsi karena status jalannya milik provinsi. Dia mengaku, jika jalan kabupaten, sudah jauh-jauh hari pihaknya melakukan pembenahan, sekaligus memperbaiki saluran drainasenya.

"Di Lembang kan jalan provinsi, jadi drainase juga menjadi tanggungjawab dan harus diperbaiki oleh pihak provinsi. Kalau milik kabupaten, sudah saya perbaiki dari kemarin juga," bebernya.

Dia menyatakan, Pemprov Jabar harus melihat serta memperhatikan Infrastruktur di kawasan Lembang karena menjadi daerah tujuan wisata serta merupakan kota wisata yang tingkat pengunjungnya berperingkat 10 besar di Indonesia.

Dirinya pun membantah persoalan banjir di Lembang lebih disebabkan karena terjadinya alih fungsi lahan di KBU. Aa Umbara mengaku, segala perizinan pendirian bangunan di kawasan tersebut sudah sangat ketat.

"Bukan karena itu (KBU), justru karena gorong-gorong (drainase) yang enggak jelas. Jadi gorong-gorong harusnya kemiringan segini, tapi justru air mengalir ke jalan. Yang saya tahu itu, karena saya juga orang Lembang," tuturnya.

Menurut Aa Umbara, hadirnya investor yang menggarap lahan di KBU justru langkah bagus sebagai upaya penghijauan. "Sebetulnya kalau (lahan) dibiarkan begitu saja, jadi tidak terdata. Tapi kalau ada investor, harus 70 persen dihijaukan, penghijauan dulu, belum boleh pembangunan dulu," jelasnya.

Jadi, dia menambahkan, persoalan banjir yang kerap terjadi di Lembang tidak ada hubungannya dengan konservasi air di KBU, tetapi akibat buruknya saluran drainase yang menjadi tanggungjawab pihak provinsi.

Baca Lainnya