Jumat, 4 Juni 2021 18:05

Bupati Karawang Perintahkan Mitigasi Kebocoran Gas

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Bupati Karawang Celliica Nurrachadiana menjenguk warga korban keracunan, Jum'at (4/6/2021)
Bupati Karawang Celliica Nurrachadiana menjenguk warga korban keracunan, Jum'at (4/6/2021) [Istimewa]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meminta untuk langsung membuat mitigasi kebocoran gas, menyusul puluhan warga Kampung Cigempol, Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel mengalami keracunan.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meminta Wakil Bupati  bersama muspida meluncur ke lokasi untuk memastikan penyebab terjadinya kebocoran gas dan solusi jangka panjang agar tidak terjadi lagi  dan berulang. Kami ingin penanganan bukan hanya sebatas musyawarah saat terjadi kebocoran. Sebab, kebocoran gas dari perusahaan itu bukan kali pertama terjadi.

“Dan terakhir kejadian seperti inipun pada saat itu, saya sempat memberhentikan sementara kegiatan sampai dengan pemeliharaan perusahaan pada saat itu sampai tuntas,” katanya, Jum’at (4/6/2021).

Dia meminta perusahaan membuat sistem keamanan untuk mencegah bocornya gas caustic soda berdampak pada masyarakat secara otomatis jika terjadi kebocoran,agar tidak berdampak kepada warga sekitar (selama ini manual). Dikabarkan, Sekitar 110 warga mengalami dampak kesehatan akibat kebocoran gas tersebut,

Dia meminta warga yang terdampak di evakuasi,ada yang dirawat di pustu, puskesmas bahkan ada yang dievakuasi di balai desa.Sekitar 26 orang dilarikan ke Rumah Sakit  untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kami pastikan semua masyarakat kami selamat dan sehat kembali, namun tetap perusahaan wajib bertanggungjawab akan hal ini,” jelasnya.

Pihak Kepolisian tengah menyelidiki kasus ini dan Pabrikpun saat ini sudah dipasang garis polisi sampai diketahui penyebab terjadinya kebocoran gas. Sekretaris Desa Kutamekar Dayat Daryana mengatakan, keracunan diduga dari bocornya gas caustic soda. Gas itu bocor sekitar pukul 10.30 WIB. Kejadian itu, kata Dayat, berlangsung sangat cepat lantaran saat itu angin bertiup kencang. Warga pun terlambat mengamankan diri. Bau gas itu lebih tajam dari bau cairan pemutih pakaian.

Baca Lainnya