Sabtu, 2 Maret 2019 14:01

Buang Hajat Sebarangan Bisa Sebabkan Diare, ini Penjelasannya!

Reporter : Fery Bangkit 
Tempat Buang Air di Wilayah Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Tempat Buang Air di Wilayah Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan ternyata bisa menyebabkan kejadian fatal pada kesehatan. Salah satu penyakit yang rentan terjadi dari perilaku buruk itu adalah penyakit diare.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, jumlah kasus diare sepanjang tahun 2018 mencapai 8.449, dari total jumlah penduduk yang mencapai 535.685 jiwa. Kasus terbanyak berada di Kelurahan Cibabat yang mencapai 918 kasus.

Baca Juga : Ada Warga yang BAB Sembarangan, Laporkan ke Lurah Terdekat!

Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menjelaskan, prilaku BAB sembarangan itu memang bisa menularkan penyakit diare. Pasalnya, kuman yang dibuang itu akan mengalir bersama kotoran melalui air. Bahayanya, jika air yang sudah terkontaminasi itu digunakan masyarkat, maka kumannya pun rentan juga menular.

"Membuang air sembarangan itu bisa menularkan diare. Penularannya bisa melalui air yang yang tercemar," jelasnya saat dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga : 27,27% Warga dan 208 RW di Cimahi Masih Buang Hajat Sembarangan

Rini, sapaan Chanifah mengungkapkan, penyebab penularan diare dari air yang tercemar pembuangan air besar atau hajat itu dikarenakan adanya bakteri ekoli. Untuk itu, ia menyarankan agar jarak antara jamban dengan muru itu minimalnya 10 meter. Tujuannya, agar air yang tercemar oleh buang hajat itu tak mengalir ke sumur atau aliran sungai.

"Takutnya disumur itu ekolinya memang ada. Kalau tinggi bisa menyebabkan diare," katanya.

Berdasarkan data jumlah RW, jumlah wilayah RW yang masih buang air sembarangan di Kota Cimahi masih diangka 66,67 persen. Sebesar 33,33 persen sisanya sudah berhenti buang air besar sembarangan.

Angka itu diambil berdasarkan data sanitasi yang terlintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Kota Cimahi yang diperoleh dari (Dinkes) Kota Cimahi.

Dengan masih adanya prilaku buang air besar sembarangan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Cimahi, Dikke Suseno mengatakan, pihaknya bakal terus mengkampanyekan 'Deklarasi Open Defecation/Stop Buang Air Besar Sembarangan. Selain untuk menjaga lingkungan, itu dilakukan juga untuk mencegah penularan diare.

"Iya buang air sembarangan itu kan pastinya jadi pencemaran air, terus bisa jadi diare juga. Untuk itu, kita terus mengajak masyarakat untuk menyetop perilaku BAB sembarangan," imbuhnya.

Baca Lainnya