Kamis, 1 Agustus 2019 19:21

BMKG:11 Wilayah di Jabar Alami Kekeringan

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi.
ilustrasi. [net]

Limawaktu.id - Sebanyak 11 daerah di Jawa Barat mengalami kekeringan karena tidak tersentuh hujan selam 65 hari lebih. 
Data itu dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hasil pemantauan cuaca BMKG hingga pertengahan Juli 2019, sebelas daerah yang sudah lama tidak turun hujan ini diantaranya Indramayu, Karawang, Bekasi, Majalengka, Sumedang, Cirebon, Cianjur, Subang, sebagian Sukabumi dan sebagian Purwakarta.

Baca Juga : Jerami jadi Alternatif Pakan Sapi Selama Musim Kemarau

"Daerah-daerah tersebut curah hujannya rendah. Bahkan Indramayu daerah paling parah dilanda kekeringan karena sudah tidak ada hujan hingga 94 hari atau selama tiga bulan lebih," kata Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, Kamis (1/8/2019).

Selain Indramayu, daerah Karawang, Bekasi dan Majalengka juga telah mengalami kekeringan cukup parah karena tidak tidak turun hujan lebih dari 78 hari.

Baca Juga : Cara Membuat Silase, Pakan Sapi Dimusim Kemarau

Dia menerangkan, BMKG telah menyampaikan informasi sejumlah daerah yang mengalami kekeringan tersebut kepada Pemda dan BPBD setempat.

"Kami sifatnya hanya memberikan informasi, terkait status daerah yang dilanda kekeringan, akan ditentukan oleh masing-masing Pemda yang didukung BPBD," ungkapnya.

Baca Juga : Waspada Asma Kambuh Pada Cuaca Dingin Musim Kemarau!

Tony mengimbau masyarakat agar waspada terhadap kekeringan karena kondisi ini bisa berdampak terhadap sektor pertanian, ketersediaan air tanah dan kelangkaan air bersih.

BMKG memprediksi, puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus. Sementara pada September hingga Oktober diprakirakan akan masuk musim penghujan.

Meski belum ditetapkan sebagai daerah siaga kekeringan, puluhan hektare lahan persawahan di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat mengering karena sudah tidak teraliri air sebagai dampak musim kemarau. Para petani pun terancam mengalami gagal panen.

Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menuturkan, kekeringan serta kelangkaan air bersih merupakan kejadian karena faktor alam. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Bandung Barat, tetapi juga dialami di wilayah lainnya.

"Untuk solusinya, BPBD akan mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan," ujar Hengky, beberapa waktu lalu.

Dia menyatakan, Pemda mendorong agar bantuan untuk lahan pertanian dan air bersih untuk masyarakat bisa disalurkan. Dari 16 kecamatan di Bandung Barat, menurut dia, wilayah yang paling sering mengalami kekeringan adalah Cipatat. Di sana, pihaknya sempat membuat sumur bor namun air tetap sulit didapat.

"Kecamatan Cipatat cukup sering dilanda kekeringan, kita sudah coba buat sumur bor tapi air tetap sulit, saya juga bingung," tuturnya. 

Baca Lainnya