Jumat, 19 Oktober 2018 15:39

BMKG Beberkan Dampak Potensi Gempa Patahan Lembang

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id, - Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber mengungkapkan bahwa patahan lembang memiliki potensi gempa bumi berkekuatan 6,5-7 skala Richter ketika mengalami pergerakan, dengan catatan seluruh segmennya turut bergerak.

Hal yang tak kalah penting adalah di sekitar patahan ini terdapat bangunan permanen yang menjadi tempat tinggal bagi masyarakat, juga menjadi tempat berdirinya kantor pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut akan sangat tidak mungkin jika bangunannya harus direlokasi.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, banyaknya bangunan di sepanjang jalur Sesar Lembang ini patut menjadi perhatian semua pihak. Sebab jika bangunannya tidak kuat menahan gempa, dikhawatirkan akan menimbulkan banyak korban jiwa.

"Sangat tidak disarankan sebenarnya membuat bangunan di sekitar Sesar Lembang ini. Kalau sekarang mungkin sudah terlambat ya, kan bangunannya sudah permanen. Jadi antisipasinya ya harus waspada, atau memperkuat pondasi rumah agar tahan gempa, seperti di negara yang rawan gempa, misalnya Jepang. Warga di sana sudah mendirikan rumah dengan pondasi tahan guncangan gempa", jelasnya.

Namun sebagai langkah pencegahan saat ini, masyarakat seharusnya tidak acuh terhadap potensi yang bisa ditimbulkan jika sesar Lembang ini bergerak. Pasalnya, gerakan itu bisa memicu gempa yang bahkan kekuatannya bisa menyerupai gempa Pidie Jaya, Provinsi Aceh, beberapa waktu lalu.

"Masyarakat harus mulai melek informasi. Mulai kenali bahaya sesar Lembang itu seperti apa dan bagaimana mengantisipasinya agar tidak menimbulkan korban jiwa. Memikirkan dulu mulai dari hal terburuk, misalnya kalau sampai terjadi gempa, itu harus berlindung ke mana, hal terpenting yang harus diselamatkan itu kan nyawa, bukan harta benda", paparnya. 

Baca Lainnya