Rabu, 14 November 2018 12:32

Bisnis Menjanjikan dari Budidaya Ikan

Reporter : Fery Bangkit 
Budidaya Ikan.
Budidaya Ikan. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Potensi budidaya Ikan hias jenis cupang dinilai sangat menjanjikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab, selain nilai jualnya terus menanjak, ikan cupang memiliki segala kemudahan serta tidak rumitnya proses pemeliharaan.

Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung, Dedy Arief Hendriyanto, ikan cupang merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Bahkan, saat ini jenis ikan cupang di Indonesia terus berkembang.

Baca Juga : Ratusan Kilogram Ikan Asal Makasar Tak Bertuan Dimusnahkan BKIPM Bandung

"Keberadaan cupang sekarang sudah banyak, ada cupang alami ada yang sudah dikawin silangkan sehingga hasilnya bervariasi dan disitulah letak keunikan dari ikan cupang," kata Dedy, saat ditemui di Kantor BKIPM, Jalan Ciawitali, Kota Cimahi, Rabu (14/11/2018).

Budidaya ikan cupang bisa dijadikan suatu peluang usaha baru karena pemeliharaannya tidak memerlukan lahan yang luas untuk mengembangbiakkan bibitnya.

Baca Juga : Cegah Ikan Hias Berpenyakit Masuk Cimahi, BKIPM Bandung Perketat Pengawasan

"Cukup dengan toples atau di dalam aquarium saja. Jadi sebenarnya ini potensi bisnis yang sangat menguntungkan. Untuk modalnya saja tidak terlalu mahal," terangnya.

Di Cimahi untuk memasarkan ikan cupang bisa secara Online. Apalagi ditopang dengan tren perubahan jenis cupang terbilang cepat, maka pemasarannya tak terlalu sulit.

Sejauh ini, pangsa pasar cupang hampir ada di seluruh dunia. Oleh karena itu, sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati ikan terbaik ke dua setelah Brazil, maka masyarakat harus bisa memanfaatkan peluang tersebut.

"Sampai sekarang yang jadi saingan untuk cupang lokal itu adalah cupang dari Thailand dan Malaysia," ungkapnya.

Agar tak kalah saing dari dua negara tetangga tersebut, strategi pamasaran ikan cupang harus mulai merambah ke ranah online. Sehingga ketika lahir jenis ikan cupang baru bisa langsung dipasarkan dan dipromosikan.

Akan tetapi, sebagai konsekuensi perdagangan internasional ikan yang akan diekspor harus terjamin kesehatannya. Di Cimahi khususnya sudah ada cara budidaya ikan oleh BKIPM mulai dari penyiapan induk, menjaga kualitas air, pengemasan, hingga pengiriman.

"Jadi untuk proses ekspor ini harus betul betul baik. Bungkusnya tidak boleh dengan plastik bekas, juga kemasannya yang apik. Sehingga dapat mencegah penularan penyakit pada ikan," jelasnya.

Kendati demikian, potensi penyakit terhadap ikan khususnya cupang selalu ada. Penyakit yang biasa menyerang cupang diantaranya Mikrobakterium dan jamur flek.

Untuk mencegah hal tersebut, upaya yang utama adalah sumber air yang bagus dengan PH-nya mencapai 6-7. Kemudian penanganan ikan juga harus menggunakan konsep biosecurity.

"Jadi, sebelum memelihara atau hendak membudidayakan, peternak harus lebih peka terhadap potensi yang dapat menyebabkan ikan terkena penyakit agar ketika ikan akan dijual, kualitas ikan tetap terjaga," pungkasnya.

Baca Lainnya