Jumat, 21 Desember 2018 15:33

Bisakah PSN Cegah Penyebaran DBD di Kota Cimahi?

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id - Kewaspadaan atas penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) harus terus ditingkatkan. Sebab, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, kasus DBD di Cimahi sudah mencapai 292 kasus sampai Desember ini. 

Jumlah itu meningkat dibandingkan dari data yang didapat hingga bulan Oktober yang mencapai 216 kasus. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia akibat terserang DBD.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abudrakhman mengklaim, pihaknya selama ini sudah melakukan pencegahan dengan sosialisasi maupun Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN). Seperti yang dilakukan hari ini di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara.

"Tadi kita lakukan di 2 (dua) RW, RW 02 dan 23. Berdasarkan informasi dari Puskemas, itu merupakan RW yang paling banyak kasusnya," terang Romi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jum'at (21/12/2018).

Selain di Kelurahan Cibabat, kata dia, berdasarkan laporan yang masuk dari Puskemas, ada Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Cimahi yang paling banyak penemuan kasus.

"Dimana di Kelurahan Cipageran memang terdapat banyak jentik hampir di tiap rumah yang kita periksa," kata Romi.

Romi melanjutkan, PSN menjadi salah satu langkah pencegahan penyebaran virus DBD. Tujuannya, untuk memberantas jentik nyamuk penyebar DBD, yakni Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. 

"Memberantas jentik (nyamuk) guna memutus mata rantai penyebaran demam berdarah. Kita baru mulai lagi PSN, super misi ke kelurahan. Ke depan akan kita giatkan lagi supervisinya," ujarnya.

DBD merupakan merupakan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Penularan virus dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit nyamuk perantara.

"Penyakit itu dapat menyerang siapa saja kapan saja" ucap Romi.

Pada umumnya, gejala DBD yang terjadi ditandai oleh naiknya suhu tubuh menjadi sangat tinggi, sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot. Dalam level parah, gejala demam berdarah bisa meliputi kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah darah, keluarnya darah pada gusi dan hidung, sulit bernafas serta pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri perut.

"Jika ada gejala seperti itu, segeralah periksakan ke dokter biar cepat ditangani," imbuh Romi.

Baca Lainnya