Kamis, 10 Januari 2019 14:56

Bidik Lonjakan PAD, Pemkot Ajukan Revisi Jual Benih Ikan di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Balai Benih Ikan Air Tawar Kota Cimahi, Komplek Nata Endah, Cibabat, Kota Cimahi, Kamis (10/1/2019).
Balai Benih Ikan Air Tawar Kota Cimahi, Komplek Nata Endah, Cibabat, Kota Cimahi, Kamis (10/1/2019). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi bakal mengajukan revisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 3 tahun 2017 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Pengajuan revisi Perda itu ditujukan untuk meningkatkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kota Cimahi dari sektor penjualan benih ikan konsumsi dan ikan hias yang dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi.

Baca Juga : Permintaan Ikan Gurame Meningkat, tapi Sayang.....

Kepala UPT BBIAT Kota Cimahi, Nandang Jayawiguna mengatakan, PAD dari sektor jasa usaha benih ikan didapat dari penjualan ikan konsumsi dan ikan hias yang dimulai sejak Mei 2018. Pendapatannya mencapai Rp 32 juta lebih.

"Kita sudah bisa menjual tahun 2018 awal Mei, mulai ada penghasilan. PAD-nya sekitar Rp 32 juta lebih," terang Nandang saat ditemui di BBIAT Kota Cimahi, Komplek Nata Endah, Cibabat, Kota Cimahi, Kamis (10/1/2019).

Dikatakannya, dalam pengajuan revisi nanti, beberapa point yang akan diubah adalah soal budidaya jenis ikan dan harganya. Pasalnya, dalam Perda yang digunakan saat ini, hanya ada beberapa jenis ikan yang diperjualbelikan.

Yakni benih ikan konsumsi lele. Harganya pun disesuaikan dengan ukuran. Harga terendahnya Rp50/ekor untuk ukuran larva, sedangkan harga tertinggi adalah ukuran 9-12 cm yang dipatok Rp400/ekor. Kemudian, benih ikan nila yang dijual sesuai ukuran. Harga terendah benih lele ukuran larva ialah Rp25/ekor. Sedangkan harga tertinggi Rp200/ekor untuk ukuran 9-12 cm. 

Untuk ikan mas, harga terendah adalah Rp50/ekor untuk ukuran larva. Sedangkan harga tertinggi Rp250/ekor untuk ukuran 9-12 cm.

Begitupun dengan harga jual ikan hias yang rencanannya bakal diubah dalam Perda. Saat ini, ada beberapa ikan hias yang dibudidayakan di BBIAT yang tercantum dalam Perda. Seperti ikan frontosa yang dijual Rp150.000/ekor dan Mas Koki Ranchu yang dijual Rp150.000/ekor.

"Mudah-mudahan ada peningkatan terus. Sekarang kita udah jual ikan lele dan nila. Ikan hiasnya ada frontosa," ujar Nandang.

Nandang melanjutkan, dengan rencana perubahan Perda nanti, diharapkan PAD dari budidaya ikan bisa meningkat. Apalagi, dirinya mengklaim permintaan benih ikan semakin meningkat.

"Target tahun ini Rp 40 juta. Alhamdulillah sedikitnya bisa kontribusi terhadap PAD," kata Nandang.

Dikatakannya, sejak resmi dikomersilkan tahun lalu, memang setiap harinya ada saja konsumen yang membeli benih ikan dari BBIAT, terutama ikan konsumsi, bahkan cenderung meningkat. Termasuk dari wilayah tetangga, seperti Bandung Barat dan Kota Bandung.

"Kalau jumlah tidak menentu, tapi rata-rata 200-300 ekor per hari," tandasnya.

Baca Lainnya