Senin, 11 September 2023 18:00

Bersama Dubes Arab Saudi, Wapres Bahas Kerja Sama Pengembangan STIF Syentra

Penulis : Bubun Munawar
Wapres K.H. Ma'ruf Amin menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kediaman Pribadi Wapres, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Minggu (10/9/2023).
Wapres K.H. Ma'ruf Amin menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kediaman Pribadi Wapres, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten, Minggu (10/9/2023). [BPMI/Setwapres ]

Limawaktu.id, Tanara, - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin menerima Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi di Kediaman Pribadi Wapres, Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Banten.  

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana kerja sama pengembangan sektor pendidikan, yakni  Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syekh Nawawi Tanara (STIF Syentra), menjadi Universitas An-Nawawi Al-Bantani.

Lebih jauh Wapres  mengungkapkan bahwa asal nama STIF tersebut, diambil dari nama ulama besar Indonesia yang lahir di Tanara, yaitu almarhum Syekh Nawawi Al-Bantani.

“Kami mengambil nama Syekh Nawawi, karena beliau lahir di sini [Tanara],” sebutnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Limawaktu.id, Senin (11/9/2023).

Kemudian, sambung Wapres, Syekh melanjutkan pendidikan, dan mengajar di  di Makkah. Ia wafat di Makkah dan dikebumikan di Pemakaman Al-Ma’la, Makkah.

Wapres menambahkan, Syekh Nawawi juga mengarang berbagai judul kitab, tidak hanya di Arab Saudi tetapi juga di Indonesia, yang berjumlah sekitar 100 kitab dengan menggunakan Bahasa Arab, seperti Fiqih, Aqidah, Tafsir. Ia juga melahirkan tokoh-tokoh muslim pendiri organisasi Islam di Indonesia.

“Banyak murid-muridnya  antara lain Pendiri Nahdlatul Ulama Syekh Hasyim Asyari, Pendiri Muhammadiyyah Syekh Ahmad Dahlan, Pendiri Tarbiyah Islamiyah Syekh Usman Ar-Rusli, dan masih banyak lagi,” jelas Wapres.

Dari sejarah tersebut, Wapres menekankan bahwa ada kedekatan tersendiri antara Tanara, tempat dilahirkannya Syekh Nawawi dengan Arab Saudi.

Sebagai upaya mengembangkan ilmu-ilmu yang diwariskan Syekh Nawawi kepada umat Islam di Indonesia, Wapres mengungkapkan, maka dibangunlah Penata, dari jenjang Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, dan Aliyah.  Selain itu juga dibangun STIF Syentra, agar nanti terlahir ahli fiqih-ahli fiqih Indonesia seperti Syekh Nawawi.

Menghadapi tantangan global, dimana cendekiawan muslim dituntut tidak hanya mampu mengusai ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum lainnya, maka STIF Syentra  berekspansi menjadi universitas yang nantinya memiliki 6 fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Syariah, Fakultas Pertanian, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Sains dan Teknologi.

“Nantinya akan kami kembangkan menjadi Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani. Lokasinya dekat sekali dari sini,” ungkap Wapres.

Rencana kerja sama pengembangan pendidikan ini, telah dibahas sebelumnya ketika Dubes Faisal menemui Wapres di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No.2, Jakarta Pusat, Senin (28/08/2023).

 Pada kesempatan ini, Dubes Faisal mengungkapkan keinginannya kepada Wapres untuk mengunjungi dan menjalin kerjasama dengan Penata.

“Dan Saya telah berjanji di hadapan Yang Mulia Wakil Presiden untuk mengunjungi lokasi [Penata] ini, dan hari ini saya mengunjungi janji saya,” ujar Dubes Faisal.

Ia menekankan bahwa apa yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan menjadi perhatian Pemerintah Arab Saudi.

“Dan semua yang tadi disampaikan dan diharapkan  akan benar-benar mendapat perhatian,” ucap Dubes.

Usai pertemuan, dilakukan peninjauan ke area yang akan dibangun Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani, yang lokasinya berada sekitar 800 meter dari Penata.  Luas area sekitar 10 ha, dan lahan yang akan dibangun sekitar 6 ha.

Dalam peninjauan tersebut, Dubes Arab menunjukkan apresiasi tertinggi kepada Wapres.

“InsyaAllah Yang Mulia Wakil Presiden akan menjadi tamu kami di rumah kami, di kebun kurma kami. Kita nggak akan mengizinkan nanti ketika Yang Mulia Wakil Presiden melakukan kunjungan ke Kota Suci Madinah, Saya tidak akan mengizinkan kecuali [tinggal].di tempat saya. Nggak boleh di hotel, nggak boleh di mana-mana,” ujar Dubes.

“Dan Ini benar, ini janji saya, hati kami dan rumah kami terbuka  untuk Yang Mulia Bapak Wakil Presiden,” pungkasnya.

Baca Lainnya