Senin, 27 November 2017 20:01

Berikan Pemahaman Pentingnya KB Melalui Sosialisasi KIE Kreatif 2017

News Sosialisasi KIE Kreatif 2017
Tenaga ahli Saeful Bachri, memberikan makanan sehat pada kader.
Tenaga ahli Saeful Bachri, memberikan makanan sehat pada kader. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat menggelar Sosialisasi Komunikasi informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif tahun 2017. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini. 

Anggota Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf Macan Effendi yang diwakili oleh Tenaga ahlinya Saeful Bachri mengatakan, sosialisasi KIE Kreatif tersebut telah diadakan pada 28 oktober 2017 lalu, bertujuan untuk memberikan wadah informasi dan edukasi positif terhadap masyarakat agar lebih memahami program BKKBN.

“Program KIE Kreatif BKKBN ini adalah sebagai langkah upaya untuk mengedukasi masyarakat dan melibatkan Pemda dalam mengubah pemahaman masyarakat bahwa akan pentingnya program KB,” kata Saeful saat diwawancara di Rumah Rancage, Baleendah, Senin (27/11/2017). 

Dia menambahkan, keberhasilan program KB di lapangan banyak ditentukan oleh keikutsertaan dan partisipasi berbagai sektor terutama pemerintah daerah. “Termasuk pemerintah setempat, pihak swasta, lembaga kemasyarakatan, organisasi serta tokoh masyarakat dalam menyukseskan program ini,” ujarnya.

Saeful juga mengungkapkan, mereka berharap program KIE Kreatif BKKBN bisa berjalan terus dan pemahaman positif masyarakat tentang KB bisa menularkan terhadap masyarakat lainnya. Dalam sosialisasi itu, kata Saeful, BKKBN juga membuka sesi tanya jawab dan membagikan beberapa doorprize kepada masyarakat yang hadir.

"Dengan mengikuti program KB masyarakat mampu untuk memberikan mutu kesehatan yang terjamin kepada anak, pendidikan, dan mengarahkan mereka untuk mencapai masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Lebih lanjut lagi Saeful menerangkan, pendekatan keluarga dalam membangun karakter bangsa yang unggul melalui perubahan pembangunan keluarga yang dilaksanakan oleh BKKBN. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tulang punggung untuk melakukan pendidikan ataupun pembinaan karakter bagi bangsa melalaui pendekatan keluarga.

"Guna mendukung program Presiden yaitu Nawacita yang kelima keluarga yang sejahtera, peran pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah harus ikut serta jangan menggunakan APBN saja, APBDpun juga harus dimasukkan anggaran supaya program berencana ini lebih berhasil lagi kedepannya," paparnya. (lie)*