Limawaktu.id - Wim A. U Salampessy (82) ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya di Jalan Panday, Babakan Nanjung, RT 03/07, Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi pada Jumat (7/2/2020).
Temuan mayat yang diketahui berdomisili di Kelurahan Kalibiru, Cilincing, Jakarta Utara itu membuat warga sekitar geger. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir korban tidak terlihat keluar dari rumah kontrakannya.
Sri Sumiyati (53), tetangga korban menuturkan, temuan mayat itu baru dicurigai setelah ia menicum bau busuk dari sekitar rumah kontrakan korban. Kecurigaannya ditambah karena ia tidak melihat pria sebatang kara itu keluar rumah.
"Saya enggak lihat Pak Wim keluar rumahnya, ada sekitar 7 hari. Kan aneh sekali. Terus lapor pak RT," katanya saat ditemui di lokasi.
Merasa curiga, aparat setempat kemudian mengecek rumah kontrakan korban sekitar pukul 09.40 WIB dan ternyata pria sepuh itu sudah tewas di ranjang kamari tidurnya dalam keadaan membusuk.
Dedi (47), tukang ojek langganan korban menuturkan, terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan korban itu pada Minggu (2/2/2020) untuk membelikan makanan.
"Biasanya kan memang kalau mau makan suka hubungi saya. Tapi sejak terakhir pesen itu, enggak udah enggak minta dibelikan makanan. Saya coba telpon tapi enggak diangkat," bebernya.
Merasa curiga, pada Kamis (6/2/2020) Dedi coba mendatangi rumah kontrakan korban. Namun, sama sekali tidak ada respon. "Tapi saya aneh, kok kaya bau busuk. Terus kekunci dari dalam tapi sepi," katanya.
Kemudian pada Jumat (7/2/2020) pagi, barulah ia bersama warga serta pihak RT/RW mendobrak pintu rumah korban. "Pas didobrak, didalam Pak Wim sudah meninggal. Udah membusuk," ujarnya.
Lurah Karangmekar, Nur Efendi menambahkan, korban diketahui sudah sekitar dua tahun tinggal di wilayahnya. Menurut keterangan keluarganya, Wim bekerja sebagai penerjemah kitab di salah satu gereja.
"Korban diketahu tinggal sendiri. Belum menikah," ucapnya.
KBO Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, Iptu Wasiman mengatakan, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar enam hari. Namun untuk penyebab pastinya, pihaknya akan melakukan visum di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Kalau dari keterangan kerabat, tetangga, terus banyak obat di kamar, korban sepertinya punya riwayat penyakit," jelasnya.