Selasa, 30 Januari 2018 16:17

Bergelagat Aneh, Neneng Biarkan Mayat Suami dan Anaknya jadi Kerangka

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Reskrim Polres Cimahi memeriksa rumah Neneng Hatidjah tempat ditemukannya mayat suami dan anaknya yang sudah jadi kerangka.
Petugas Reskrim Polres Cimahi memeriksa rumah Neneng Hatidjah tempat ditemukannya mayat suami dan anaknya yang sudah jadi kerangka. [Limawaktu]

Limawaktu.id,– Kecurigaan warga soal aroma bau bangkai dari rumah milik Neneng Hatidjah (74) di Gg. Nusa Indah VI Nomor 177 RT 07/17 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi akhirnya terjawab pada Selasa (30/1/2018).

Ternyata, bau bangkai yang sering tercium dari rumah itu merupakan mayat suami Neneng Hatidjah, yakni Nanung Sobana (84) dan anak sulungnya bernama Hera Sri Herawati (50). Saat ditemukan, kedua mayat tersebut ditemukan sudah menjadi kerangka.

Baca Juga : Diyakini Akan Hidup Lagi, Mayat Bapak dan Anak tak Dikubur

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Nanung meninggal sejak Desember 2017. Sedangkan Hera meninggal Januari 2016. Namun, Neneng enggan menguburkan kedua anggota keluarganya itu lantaran memiliki keyakinan akan bahwa keduanya akan hidup kembali.

Tari Lestari (50), salah seorang warga setempat menuturkan, Neneng dan keluarganya tinggal di rumah tersebut sejak sekitar 20 tahun silam. Awalnya, Neneng tampak aktif bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Kami penah masuk diundang pengajian, lalu makan. Dulu mah aktif, guru TK” tutur Tari saat ditemui di lokasi penemuan, Selasa (30/1/2018).

Namun, setelah itu, gelagat keluarga tersebut, termasuk Neneng dan ketiga anaknya tampak aneh. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir ini, Neneng semakin menutup diri dari warga setempat.

Kecurigaan warga semakin menjadi tatkala bau bangkai tercium dari dalam rumah milik Neneng. Tapi, Neneng selalu mengelak bahwa bau itu merupakan bangkai tikus.

“Baunya menyengat. Kadang ilang baunya, besoknya ada lagi” kata Tari.

Warga, termasuk aparat setempat sama sekali tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Bahkan, petugas seperti dari pembasmi jentik pun hanya dibiarkan di luar rumah. Neneng hanya membawakan sample air keluar untuk diperiksa jentik.

Warga juga kerap mendapati Neneng membawa bungkusan plastik. Menurut warga, dalam bungkusan itu berisi kulit kedua anggota keluarganya.

“Tapi pas ditanya, katanya bangkai tikus. Sering kaya gitu,” ucap Tari.

Untuk mengurangi aroma bau mayatnya, Neneng diduga menyemprot seluruh ruangan dengan minyak pewangi. Hal itu terlihat dari puluhan botol minyak wangi yang disita kepolisian.

Baca Lainnya