Selasa, 16 Oktober 2018 14:23

Berawal dari Penyalahgunaan Komix, 22 Juta Generasi Milenial Rentan Terjangkit Narkoba

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif Memberikan Sertifikat Kepada Perwakilan Babinkamtibmas dalam Acara Workshop Bidang Sosial Tahun 2018 di Hotel Endah Parahyangan, Selasa (16/10/2018).
Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif Memberikan Sertifikat Kepada Perwakilan Babinkamtibmas dalam Acara Workshop Bidang Sosial Tahun 2018 di Hotel Endah Parahyangan, Selasa (16/10/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Penyalahgunaan obat batuk seperti 'komix' secara berlebihan menjadi salah satu pemicu generasi milenial untuk menggunakan narkotika.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Sufyan Syarif dalam acara Workshop Bidang Sosial Tahun 2018 'Optimalisasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahguna dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Melalui Peran Serta Tiga Pilar Kelurahan Kota Cimahi' di Hotel Endah Parahyangan, Selasa (16/10/2018).

Baca Juga : Cimahi Kota Masuk Zona Merah Kejahatan Narkotika

"Lem, komix kemudian obat terlarang ini awal perkenalan sindikat (narkoba). Nanti dia naikan ke narkotika," ujar Sufyan.

Di Jawa Barat, kata Sufyan, ada sekitar 20 juta anak usia produktif atau generasi milenal. Usia produktif tersebut, kata dia, sangat rentan untuk terjerat dalam kejahatan narkotika baik sebagai pengguna maupun pengedar. 

Biasanya, beber Sufyan, penyalahgunaan itu berawal dari minuman keras, kemudian penyalahgunaan obat seperti komix secara berlebihan. Selanjutnya naik lagi ke penggunaan obat terlarang hingga narkotika seperti shabu dan ganja. 

"Jawa Barat ini usia produktif ada 20 juta dari 48 juta penduduk. 20 juta itu rawan bisa menggunakan narkoba," tegasnya.

Sebagai pencegahan, lanjut Sufyan, BNN mengajak semua stakeholder dari mulai tingkat keluarga, kemudian RT/RW, kelurahan maupun unsur terbawah pemerintahan, TNI dan Polri untuk bersama-sama melakukan pemberantasan kejahatan narkotika.

Bersama para stakeholder ini, jelas dia, pihaknya akan bersinergi untuk menciptakan desa/kelurahan yang bersih dari narkotika. Caranya, dengan memaksimalkan peran Bhabinsa, Babinkamtibas maupun desa/kelurahan untuk mengajak warga agar memerangi narkotika.

"Jadi di situ orang mau mengedarkan itu udah gak bisa lagi karena semua sudah waspada dari RT/RW melalui desa/kelurahan yang mengajak mengawasi," tandas Sufyan.

Baca Lainnya