Senin, 19 November 2018 17:41

Bentuk FPRB, Wali Kota Cimahi Ajak Stakeholder Berperan Aktif Tangkal Bencana

Reporter : Fery Bangkit 
Kegiatan pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Cimahi di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (19/11/2018).
Kegiatan pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Cimahi di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (19/11/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengajak semua unsur terlibat aktif dalam pengurangan resiko bencana.

Hal itu disampaikan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna usai membuka kegiatan pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Cimahi di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (19/11/2018).

"Untuk mengatasi bencana tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri, diperlukan partisipasi dan peran semua stakeholder agar semakin besar tingkat kesuksesan penyelenggaraan bencana," imbuh Ajay.

Kota Cimahi, kata Ajay, merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam kawasan rawan bencana alam. Bahkan menjadi salah satu kota yang memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) 2013 yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Cimahi Dani Bastiani menambahkan, FPRB dibentuk untuk menetralisir rawan bencana di Kota Cimahi. Di dalamnya, ada unsur TNI, Polri, pemerintah dan wirausaha.

"Ini akan menyatukan teman-teman yang peduli masalah kebencanaan. Tugasnya memberikan saran kepada kami tentang kebencanaan," jelas Dani.

Baca Lainnya