Selasa, 11 Desember 2018 16:43

Bentuk Banom HBEI, ini Tujuannya Sebenarnya dari HIPMI Kota Bandung

Reporter : Fery Bangkit 
Badan Otonom HIPMI Bandung Economics Institute (Banom HBEI), Selasa (11/12/2018) di Hotel Asrilia Bandung.
Badan Otonom HIPMI Bandung Economics Institute (Banom HBEI), Selasa (11/12/2018) di Hotel Asrilia Bandung. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung resmi membentuk Badan Otonom HIPMI Bandung Economics Institute (Banom HBEI), Selasa (11/12/2018) di Hotel Asrilia Bandung.

Tujuannya, untuk memetakan para pengusaha kota Bandung yang berdasarkan data yang komprehensif dan aktual terkait perkembangan kewirausahaan di Kota Bandung dan di Jawa Barat pada skala yang lebih luas.

Ketua Umum HIPMI Kota Bandung, Surya Batara Kartika menuturkan, Banom HBEI akan menyiapkan data berdasarkan hasil riset dan kajian komprehensif yang dapat digunakan dalam mengambil kebijakan strategis oleh pemerintah maupun pengusaha, sehingga langkah-langkah strategis tersebut tepat sasaran. Selain itu, HBEI juga akan membantu para pengusaha dan pemerintah dalam bentuk solusi dan saran hasil dari kajian data faktual.

"Tentunya melalui data yang valid dan faktual dalam membuat program pun akan lebih mengena, sehingga dengan adanya data hasil kajian Banom HBEI itu akan muncul solusi yang tepat dalam melangkah,"ujar Surya. Selasa (11/12/2018)

HBEI diharapkan mampu menyediakan data dan analisa yang dibutuhkan, lengkap dan terintegrasi dengan interpretasi praktisnya baik dalam bentuk program kerja maupun kebijakan. Guna memenuhi fungsinya, para anggota HBEI yang tergabung merupakan peneliti, pengamat dan penggiat sektor kewirausahaan di Kota Bandung.
 
Sehingga diharapkan, HBEI ini akan mampu memetakan wirausaha muda Kota Bandung dengan berlandaskan pada data yang komprehensif dan aktual terkait perkembangan kewirausahaan di Kota Bandung. "Dimulai dari data pelaku dan bidang usaha, potensi dan kendala bisnis yang menggambarkan profil para wirausaha Kota Bandung untuk memenuhi kebutuhan serta penguatan yang dibutuhkan oleh tiap sektor usaha mikro, kecil dan menengah di Kota Bandung," paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Banom HBEI Helmi Makarim. Menurutnya, dengan adanya data rill dan valid para pengusaha atau pemerintah akan mengetahui solusi jika terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di kota Bandung maupun Jawa Barat.

Sebab menurut Helmi, selain ada pengaruh ekonomi global, pluktuatif pertumbuhan ekonomi dari tahun 2012 -2017 juga disebabkan oleh adanya kebijakan pusat diantaranya adalah adanya kenaikan harga BBM.

"Saya berharap HBEI akan memberikan kontribusi dalam kajian dan bisa digunakan oleh pelaku ekonomi," katanya.

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Yunandar Ekaprawira mengatakan bahwa HBEI merupakan langkah maju dalam membuat lembaga riset yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Ini satu langkah maju, menurut saya kita lakukan sesuai kearah negara maju, karna negara maju membutuhkan lembaga ting teng terutama lembaga riset, ketika sekarang kondisi Indonesia kita seakan ingin lepas landas tapi lama karena yang kurang lembaga riset." katanya.

Baca Lainnya