Rabu, 9 Januari 2019 11:57

Benteng Tua Timpa Dua Rumah, Alhamdulilah Penghuninya Selamat

Reporter : Fery Bangkit 
salah seorang warga tengah membersihkan rumah yang tertimpa benteng di Gang Rangsom RT 03/01 Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
salah seorang warga tengah membersihkan rumah yang tertimpa benteng di Gang Rangsom RT 03/01 Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Hujan deras disertai angin kencang Selasa (8/1) mengakibatkan benteng sepanjang 50 meter roboh PT Gunung Kidul, lalu menimpa dua rumah di Gang Rangsom RT 03/01 Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Satu rumah yang dihuni keluarga Nogi Maloring (41) serta tiga anggota keluarganya mengalami rusak sedang di bagian belakang. Untungnya, Nogi Maloring dan istrinya, Desi Kasenda (39) mengalami hanya mengalami luka ringan. Keduanya saat kejadian berada di dalam rumah.

"Untungnya pas di dapur ada ada area kosong yang gak tertimpa. Refleks saya langsung loncak ke situ," kata Nogi saat ditemui di lokasi, Rabu (9/1/2019).

Ia menuturkan, sebelum kejadian, memang belum ada tanda-tanda akan terjadi benteng roboh. Hanya memang sejak pukul 14.00 WIB, sedang terjadi hujan deras disertai angin kencang. Untungnya, saat itu kedua anaknya belum pulang dari sekolah.

Rumah ini disewa Nogi dari Tangiokhai. Ia dan keluarganya menyewa rumah tersebut untuk lima tahun ke depan. Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta. "Saya baru perpanjang ini rumahnya," ucap Nogi.

Satu rumah lagi yang mengalami kerusakan akibat benteng roboh itu adalah milik Wongsiomi (73). Rumah itu kosong sejak lama dan hanya mengalami rusak ringan.

Lurah Karamngmekar, Muhammad Nur Efendi mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian itu sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menyambangi lokasi, pihaknya langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi.

"Pas kami cek memang sudah roboh, nimpa rumah," tuturnya.

Selain mengakibatkan rumah rusak, benteng yang roboh juga menutupi saluran air. Pihak kelurahan pun langsung mengumpulkan para RT/RW untuk bersama-sama membuka robohan benteng itu. Pasalnya, kalau tak segera dibuka, dikhawatirkan aliran air dari RW 02, 03 dan 17 akan tersendat.

"Iya kalau gak ditanggulangi, nanti kalau hujan saluran airnya mandeg," katanya.

Selain mengandalkan tenaga warga sekitar, pihaknya juga telah meminjam alat berat untuk membuka saluran air itu. Namun, hingga berita ini diturunkan, alat berat belum berada di lokasi kejadian.

"Kita sudah pinjam alat berat," tandasnya.

Baca Lainnya