Rabu, 24 April 2019 15:31

Benny Tuntut Wali Kota Bandung Lewat PTUN

Reporter : Fery Bangkit 
Staff Ahli Ekonomi Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (24/4/2019).
Staff Ahli Ekonomi Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (24/4/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Upaya Benny Bachtiar dalam memperjuangkan nasibnya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung bakal berujung tuntutan ke Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN).

Sebab, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini menjabat Staff Ahli Ekonomi Pembangunan Kota Cimahi itu akan mengajukan tuntutan dalam waktu dekat ini. Tuntutan itu berisi perihal batalnya pelantikan dirinya menjadi Sekda oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

Baca Juga : Polemik Penetapan Sekda Kota Bandung Dimata Pengamat

"Minggu ini saya sedang melengkapi berkas dulu, kemungkinan minggu depan baru ke PTUN. Saya akan melakukan sebuah tuntutan terhadap Wali Kota Bandung berkaitan dengan kejelasan status saya," jelas Benny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (24/4/2019).

Dikatakannya, bukti yang dimilikinya untuk mengajukan tuntutan ke PTUN sudah kuat. Di antaranya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan rekomendasi pelantikan dari Gubernur Jawa Barat agar Oded M Danial melantiknya sebagai panglima ASN di Kota Bandung.

Baca Juga : Wali Kota Cimahi Soal Nasib Benny Bachtiar di Kota Bandung:No Comment!

Terlebih lagi, kata Benny, terpilihnya itu sudah melalui proses seleksi atau open bidding. Bahkan, ketika masuk dalam tiga besar dan dipanggil untuk proses wawancara bersama Ridwan Kamil, Mang Oded memilihnya untuk menjadi Sekda Kota Bandung. Ridwan Kamil saat itu masih menjabat Wali Kota Bandung, sementara Mang Oded adalah wakilnya.

Saat itu, memang yang mengumumkan terpilihnya Sekda Kota Bandung itu adalah Ridwan Kamil sebagai Wali Kota. "Saya ditunjuk menjadi Sekda bukan oleh Pak Emil (Ridwan Kamil), tapi saya ditunjuk oleh Mang Oded. Jadi kalau ada informasi saya ditunjuk Pak Emil, salah besar," beber.

Bukannya melantik, Mang Oded malah membatalkan pemilihan Benny sebagai Sekda. Bahkan, Mang Oded malah mengisi kekosongan Sekda itu dengan seorang Pelaksana Harian (Plh). Terbaru, Mang Oded malah melantik Ema Sumarna sebagai Sekda definitif yang menurutnya tanpa SK Kemendagri dan rekomendasi Gubernur Jawa Barat.

"Saya udah tanya dan cek, rekomendasinya pelantikan Pak Emma ini gak ada. Ini kan mall administrasi," tegasnya.

Selama ini, lanjut Benny, ia memang sengaja tidak berkoar atau melakukan perlawanan meski keganjilan nasibnya itu sudah terjadi sejak diumumkan sebagai pemenang tahun 2018. Ia tidak ingin bertindak gegabah, demi menjaga kondusifitas Kota Bandung.

"Kenapa selama ini saya diam? Saya lebih menghargai pusat dan provinsi. Saya warga Bandung ingin menjaga kondusifitas Bandung," pungkasnya.

Baca Lainnya