Jumat, 5 Februari 2021 11:27

Bendungan Jatgede Dicemari Sampah

Reporter : Wawan Gunawan
Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung sedang membersihkan sampah
Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung sedang membersihkan sampah [net]


Limawaktu.id, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir prihatin atas kondisi Bendungan Jatigede yang dicemari sampah disepanjang pesisir Kecamatan Wado.

"Sampah telah mencemari Bendungan Jatigede di sepanjang pesisir Kecamatan Wado hingga Jatinunggal. Pemkab Sumedang telah berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Satker Bendungan Jatigede untuk melakukan penanganan yang komprehensif," terang Dony, Jum'at (5/2/2021).

Menurutnya, Pemkab Sumedang menyiapkan 2 langkah penanganan sampah Bendungan Jatigede. Untuk jangka pendek, pembersihan sampah di Bendungan Jatigede. Saat ini BBWS CImanuk-Cisanggarung sedang melakukan pembersihan sampah dan Pemkab Sumedang membantu dalam upaya ini.

Untuk jangka panjang, ada langkah komprehensif. Hasil kajian ahli persoalan utama Bendungan Jatigede bagaimana mengelola hulu sungai dan DAS Cimanuk. Ketika musim hujan, material yang akan masuk tidak hanya air, tapi juga lumpur dan material lain yang terbawa dari hulu dan DAS Cimanuk. Ini mengakibatkan pendangkalan.

Salah satu solusinya membangun tempat penampungan sampah, sehingga sebelum air dari sungai masuk ke bendungan sampah itu bisa tertahan di sana.

" BBWS harus memberikan edukasi kepada warga di hulu dan DAS Cimanuk untuk tidak membuang sampah sembarangan," pungkasnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Ismail Widadi menyayangkan apabila bendungan Jatigede yang sudah dibangun dengan anggaran triliunan rupiah tak dapat digunakan, lantaran tercemar sampah. Karena itu pihaknya melakukan upaya nyata dengan membersihkan sampah yang menumpuk di pinggir bendungan terutama yang ada di wilayah Kecamatan Wado.


“Bendungan Jatigede dibangun oleh BBWS. Bendungan ini tujuannya untuk pengumpulan air, air untuk mengairi sawah, air untuk air minum. Kalau airnya tercemar seperti ini tidak bisa digunakan. Sayang sekali infrastruktur yang dibangun dengan investasi triliunan rupiah apabila airnya tidak dapat digunakan. Jadi aksi kami hari ini juga menyadarkan pada masyarakat, kami tidak hanya membangun tapi kami juga menunjukkan pada masyarakat yu kita rawat juga bendungan yang sudah kita bangun,” ungkapnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer