Rabu, 23 Januari 2019 16:33

Bencana Ekologis Bandung Raya Kian Parah, ini Sebabnya!

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Semakin maraknya alih fungsi lahan lahan resapan di Kawasan Bandung Utara (KBU) mengancam terjadinya bencana ekologis, yakni banjir dan longsor.

Eksploitasi pembangunan di KBU yang meliputi empat daerah yakni Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung kian parah akibat vegetasi lahan yang sudah beralih fungsi menjadi perumahan dan bangunan lainnya.

Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Kolonel Asep Rahman meminta pimpinan pemerintah daerah yang wilayahnya memiliki lahan di KBU agar tidak terlalu mudah memberikan perizinan pembangunan, kecuali lahan itu digunakan untuk ekosistem.

"Kalau lahan itu habis karena tutupan pembangunan, disemen di mana-mana, akan berdampak pada serapan air. pohon tidak ada di sana, maka air tidak disimpan karena tak terserap," kata Asep, Rabu (23/1/2019).

Menurutnya, yang lebih mengkhawatirkan tidak hanya air saja, namun juga disertai lumpur yang terbawa ke hilir, sungai juga mengalami sedimentasi dan dangkal. Sungai yang tidak bisa menampung debit air, akhirnya air meluber ke jalan raya dan menimbulkan banjir besar.

"Maka hujan hari ini, juga langsung habis dan membawa lumpur ke hilir," katanya.

Oleh karena itu, sebelum kejadian yang lebih parah, dia juga meminta kepada para pemangku kebijakan bisa mengembalikan lagi fungsi KBU dengan menanam pohon yang memiliki fungsi ekologi yang baik.

"Walaupun tidak 100 persen, upaya ini minimal bisa mengeliminir pembangunan di KBU dan ancaman bencana besar di wilayah Bandung bisa dicegah," tandasnya.

Baca Lainnya