Limawaktu.id - Jembatan Leuwi Cingcin Dusun III di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Putus terbawa arus Sungai Cibitung saat hujan deras terjadi pada Kamis (4/4/2019) malam.
Jembatan setapak yang dibangun tahun 2015 dan diresmikan mantan Wakil Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra itu merupakan akses penghubung antara Desa Nangerang dengan Desa Karyamukti. Khususnya bagi warga Kampung Leuwi Cingcin.
Akibat terputusnya jalur itu, warga kedua desa terpaksa harus memutar lebih sejauh 6 kilometer. Paling merasakan dampaknya adalah anak-anak sekolah.
Kepala Desa Karyamukti, Sutisna mengatakan, curah hujan yang tinggi juga menggerus jembatan Leuwi Cingcin di jalan setapak yang menghubungkan Karyamukti dan Nanggerang.
"InsyaAlloh mau dibangun lagi. Itu kan jalur hidup," katanya, Jumat (5/4/2019).
Namun soal anggarannya, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan musyawarah dengan perangkat desa maupun Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
"Rencananya akan mengajukan atau kita tangani dari anggaran desa," ujarnya.
Selain jembatan, akses penghubung antara KBB dengan Kabupaten Bandung juga terputus akibat amblesnya jalan di Cimanong, Desa Karyamukti, Kecamatan Cililin.
Amblasnya jalan akibat tanah yang tak kuat menampung debit air, akibat curah hujan yang tinggi yang mengguyur kawasan itu. Akibat terputusnya jalur itu, akses utama perekonomian warga menjadi terhambat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, akses yang tertutup itu merupakan jalan utama bagi warga sekitar untuk menjual hasil buminya ke wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Untuk penanganannya, pihaknya meminta bantuan dinas terkait untuk membuka jalur tersebut.
"Aksesnya sampai tadi siang belum terbuka. Kami minta dukungan Dinas PU untuk alat berat. Kalau ada alat berat bisa lebih cepat," katanya.
Aceng (51) salah seorang petani mengatakan, biasanya jalan tersebut digunakan sebagai jalan alternatif warga untuk mengangkut sayuran ke Soreang atau Pasar Induk Caringin di Kota Bandung.
"Jalan jadi terhambat, alhasil petani harus memutar jalur lebih jauh dan agak terlambat dalam mengirimkan sayuran," kata Aceng.
Jalan lain yang tertimbun material longsor adalah jalur penghubung Desa Karyamukti dan Desa Cilame Kabupaten Bandung yang melewati areal Perhutani. Longsoran tanah dan pohon tumbang terjadi di beberapa titik.