Jumat, 2 November 2018 17:23

Bencana Alam di Sembilan Kecamatan di Bandung Barat

Reporter : Fery Bangkit 
Salah Satu Rumah Warga Di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Yang Mengalami Kerusakan Akibat Hujan Deras Yang Terjadi Kamis (1/11/2018) Malam.
Salah Satu Rumah Warga Di Kabupaten Bandung Barat (KBB) Yang Mengalami Kerusakan Akibat Hujan Deras Yang Terjadi Kamis (1/11/2018) Malam. [istimewa]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Hujan deras yang disertai angin kencang dalam sepekan terakhir ini menjadi pemicu terjadinya bencana alam di sembilan kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Terakhir, Kamis (1/11/2018) malam, bencana longsor, pohon tumbang dan pergerakan tanah terjadi di Sindangkerta dan Gununghalu. Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan.

Baca Juga : Pesona Alam Residence Longsor, Dihajar Air Deras

Di Sindangkerta, longsor terjadi di empat titik di Desa Cicangkanggirang. Dampak longsor paling parah di Cicangkanggirang terdapat di Kampung Jeungjing, RT 3 RW 17. Satu rumah milik Emun (54) yang berada di persawahan, kata dia, rusak dan nyaris roboh karena longsor.

"Kemarin (Kamis) itu ada hujan besar setelah maghrib. Antara jam 9-10 malam itu mulai ada retakan di rumah (Emun) itu. Memang rumah itu posisinya berada di tengah sawah sih, nyingcling. Pas kejadian, para penghuninya sedang di rumah, tapi alhamdulillah mereka aman," kata Sekretaris Desa Cicangkanggirang Dida Maulana menuturkan, Jumat (2/11/2018).

Baca Juga : Sedang Pancaroba, BMKG Bandung Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Setelah diketahui ada retakan pertama, jelas dia, Emun beserta lima anggota keluarganya bergegas keluar rumah. "Ternyata, setelah itu longsorannya semakin membesar. Sekarang mereka mengungsi ke rumah keluarganya, masih di RW 17 juga," ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, longsoran tanah itu juga menutup jalan dan jembatan yang berada di area persawahan di bawah rumah. "Jalan lingkungan di RW 9 juga terputus. Jalan itu penghubung antar RW sih, jalan itu cuma bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun, jalan lingkungan itu bisa menembus ke Celak (Gununghalu)," katanya.

Baca Juga : Rumahnya Amblas, Begini Kabar Keluarga Wandi di KBB

Selain longsoran tanah tersebut, Dida menambahkan, jalan desa yang baru dibeton juga mengalami longsor pada kedua sisinya. Di satu sisi tebing longsor menutupi jalan, sedangkan di sisi satu lagi badan jalan tergerus oleh longsor. 

"Kemarin tanah longsornya langsung dibersihkan oleh warga. Sekarang sudah bisa dilewati," katanya.

Baca Juga : Hujan Semalam, 25 Rumah di KBB Rusak Ringan dan Berat 

Satu longsor berskala kecil lainnya di Cicangkanggirang terjadi di Kampung Pamoyanan. Menurut Dida, longsor tersebut mengancam satu rumah milik Lilis (50), karena tanah longsor hampir menimpa rumahnya. "Dari empat titik longsor di Cicangkanggirang itu, kami bersyukur tidak menimbulkan korban jiwa," ucapnya.

Pada Kamis kemarin, di Sindangkerta juga terjadi bencana pergerakan tanah, yakni di Kampung Cihantap, Desa Pincaksari. Pergerakan tanah terjadi di lahan pertanian dan pemukiman warga. Akibat dari pergerakan tanah itu, sedikitnya 22 rumah mengalami retak-retak pada dinding dan lantai. 

Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB Dicky Maulana menyebutkan, pada Kamis lalu pun terdapat longsor yang menjebol gedung kesenian berlantai dua milik Pemerintah Desa Celak di Kecamatan Gununghalu. Lima orang yang menghuni lantai dua di gedung itu, kata dia, dapat menyelamatkan diri. 

"Di atas bangunan itu ada tebing berupa tembok. Jadi, bangunan itu tertimpa longsoran dari tebing, sehingga bangunannya itu jebol. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena dinding bangunan yang jobol itu berada di lantai satu," kata Dicky.

Masih di Desa Celak, menurut dia, pada saat yang hampir bersamaan terjadi pohon tumbang yang menimpa sebuah rumah di Kampung Celak Kaler, RT 4 RW 9. Beberapa hari sebelumnya, berbagai kejadian bencana juga terjadi di sejumlah daerah di Bandung Barat. 

Berdasarkan data BPBD, Dicky memaparkan, setidaknya terdapat 16 kejadian bencana yang tercatat sejak 27 Oktober 2018. Selain di Sindangkerta dan Gununghalu, bencana juga terjadi di Kecamatan Parongpong, Cililin, Cisarua, Ngamprah, Cikalongwetan, Cihampelas, dan Padalarang.

Akibatnya, sejumlah infrastruktur jalan dan rumah warga mengalami kerusakan. Bahkan, dua ruang kelas ambruk di SD Tegallaja, Desa Sukatani, Ngamprah. Rumah milik Jamiat Purnomo (50) di Kampung Cikamuning, RT 3 RW 1, Desa Tagogapu, Padalarang juga rata dengan tanah, setelah roboh diterjang hujan deras.

Baca Lainnya