Jumat, 13 Juli 2018 14:21

Batas Operasional Dilanggar Truk, Macet di Leuwigajah Semakin Parah

Reporter : Fery Bangkit 
Kemacetan di Leuwigajah.
Kemacetan di Leuwigajah. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kemacetan lalu lintas di sekitar jembatan Leuwigajah semakin parah. Khususnya saat pagi dan sore hari atau jam sibuk.

Penyebab kemacetan di jembatan milik Provinsi Jawa Barat itu dikarenakan masih banyaknya kendaraan berat yang melanggar jam pembatasan. Selain tentunya penyempitan jalan.

Batasan yang diberlakukan Dinas Perhubungan Kota Cimahi bagi kendaraan besar, seperti truk ialah pada pukul 06.00-08.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengakui, masih ada pengemudi kendaraan besar yang melanggar batasan tersebut. Meski begitu, pihaknya tak bisa melakukan penindakan.

"Banyak yang melanggar. Berkaitan dengan penindakan pelanggaran rambu itu kewenangan polisi," kata Endang melalui pesan singkat, Jum'at (13/7/2018).

Dijelaskannya, Dinas Perhubungan Kota Cimahi memiliki hak untuk menindak pelanggaran apabila dalam kegiatan Penegakan Hukum (Gakum) angkutan. Itupun harus dilakukan bersamaan dengan unsur TNI, polisi dan Satpol PP.

Ditegaskan Endang, Dinas Perhubungan Kota Cimahi hanya memiliki wewenang lebih kepada pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan dan kelengkapan jalan lainnya.

"Dishub gak ada kewenangan untuk pengaturan lalu lintas dengan penempatan petugas di lapangan," bebernya.

Endang menilai, selain karena banyak pelanggar, kemacetan di Leuwigajah juga tidak akan selesai jika pembangunan double track belum direalisasikan.

Pihaknya pun sejak beberapa tahun lalu mengajukan penambahan double track kepada pihak Provinsi Jawa Barat maupun pusat. Kabarnya, kata Endang, pembangunan akan direalisasikan tahun 2019.

"Sebelum dibangun jembatan double track akan selalu krodit, karena terjadi penyempitan di jembatan yang ada sekarang," tandasnya.

Foto:Kemacetan di sekitar Leuwigajah, Kota Cimahi di pagi hari.

Baca Lainnya