Rabu, 16 Agustus 2023 14:37

Basuki Ingatkan Pengelolaan Sampah Yang Baik Akan Memberikan Kontribusi pada Kualitas Lingkungan

Penulis : Bubun Munawar
Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) yang berada di Kampus Kementerian PUPR di Jakarta diresmikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  Rabu (16/08/2023).
Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) yang berada di Kampus Kementerian PUPR di Jakarta diresmikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Rabu (16/08/2023). [Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR]

Limawaktu.id, Jakarta -  Menteri Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Basuki mengingatkan bahwa pengelolaan sampah yang baik akan memberikan kontribusi pada kualitas lingkungan yang semakin baik.

"Termasuk sampah plastik yang perlu dikelola dengan cara-cara yang modern, sesuai konsep zero plastic waste dan ekonomi sirkuler," ungkap Basuki saat meresmikan dan meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) yang berada di Kawasan Kantor Pusat atau Kampus Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (16/08/2023).

Menurutnya, Pembangunan TPS3R ini bertujuan untuk meningkatkan sistem tata kelola sampah internal yang berada di lingkungan Kantor Pusat Kementerian PUPR. Dan menata kembali area TPS dengan mengoptimalkan area yang tersedia.

Menteri Basuki turut mengapresiasi sistem pengelolaan sampah yang tentu akan meningkatkan kesadaran setiap insan PUPR dalam menjaga lingkungan. Termasuk sistem rewards berupa penukaran poin di bank sampah.

“Untuk drop point bank sampah itu nantinya bisa menggunakan Reverse Vending Machine yang biasanya untuk menukar botol plastik. Nanti ditukar dengan poin dan bisa dapat uang,” tandas Menteri Basuki.

Sementara, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, optimalisasi pengelolaan sampah organik di TPS3R ini menggunakan metode Black Soldier Flies untuk sampah sisa makanan dan metode Open Windrow untuk sampah kebun.

“Hasil dari metode Black Soldier Flies berupa maggot dapat dimanfaatkan untuk pakan. Sementara hasil dari metode Open Windrow berupa kompos padat yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman,“ jelas Diana.

Untuk alur pengelolaan sampahnya, setelah sampah terkumpul di TPS3R Kementerian PUPR, maka sampah akan dipilah dan diolah berdasarkan jenisnya. Untuk sampah anorganik akan diangkut ke RPM dan diolah kembali menjadi produk daur ulang. Sementara, sampah residu akan menjadi substitusi bahan bakar.

Kepala Bagian Prasarana Fisik, Biro Umum, Sekretariat Jenderal Eki Arsita menambahkan, salah satu aktivitas yang akan diterapkan dalam rangka meningkatkan pengelolaan sampah di lingkungan Kementerian PUPR yaitu melalui kegiatan bank sampah.

“Setiap pegawai Kementerian PUPR yang menyetorkan sampah akan mendapatkan poin dan bisa ditukarkan menjadi saldo digital/ pulsa melalui aplikasi Waste4Change,” jelas Eki.

 Selain meresmikan TPS3R di Kawasan Kantor Pusat Kementerian PUPR, Menteri Basuki juga meninjau Taman Auditorium bernuansa budaya dengan miniatur Rumah Aceh hingga Papua yang merepresentasikan pembangunan Indonesia yang merata yang menjadi social space baru.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal Mohammad Zainal Fatah, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja. (*)

Baca Lainnya