Rabu, 17 Oktober 2018 13:54

Banyak Pendatang jadi Pengedar Narkoba di Cimahi-KBB

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Istimewa]

Limawaktu.id, Cimahi - Peredaran Narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polres Cimahi semakin marak. Mirisnya, pelaku kebanyakan berasal dari luar daerah.

Dalam delapan bulan terakhir Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi menetapkan 71 tersangka dari 54 kasus yang telah diungkap di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca Juga : Cimahi Kota Masuk Zona Merah Kejahatan Narkotika

Dari data tersebut, 49 kasus dan 66 tersangka telah dilimpahkan ke pengadilan, sedangkan lima kasus dan lima tersangka lainnya, hingga saat ini masih dalam proses penyidikan.

Tingginya peredaran narkoba di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat ini karena banyak warga pendatang yang menjadi pengedar narkoba demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Berawal dari Penyalahgunaan Komix, 22 Juta Generasi Milenial Rentan Terjangkit Narkoba

Wilayah edarnya, peredaran narkotika menyasar wilayah perumahan, kontrakan dan tempat kos. Sebab, di Kota Cimahi tidak terdapat tempat-tempat hiburan yang biasanya mudah menjadi sararan para pengedar narkoba.

"Rata-rata dari 71 tersangka itu kebanyakan pengedar yang merupakan warga pendatang, data tersebut didapat dari hasil proses penyedikan kasus yang telah diungkap," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi AKP Sugeng Heriyadi saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Rabu (17/10/2018).

Penangkapan terhadap semua para tersangka itu, lanjutnya, berdasarkan laporan dari masyarakat yang mengetahui peredaran narkotika di pemukiman penduduk yang ada di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

"Kebanyakan yang menjadi sasaran mereka (pengedar) merupakan penduduk usia produktif. Karena awalnya mereka coba-coba kemudian kecanduan," katanya.

Sasaran para pengedar narkotika ini, kata Sugeng, yakni kalangan masyarakat menengah ke atas untuk narkotika jenis sabu dan ganja, sedangkan untuk obat-obatan terlarang sasarannya masyarakat kalangan menengah ke bawah.

"Berdasarkan keterangan tersangka yang telah kami tangkap, mereka mengedarkan barangnya ke orang yang sudah dikenal atau temanya sendiri," katanya.

Dari pengungkapan kasus tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti, 535,53 gram Sabu, 1,150,33 gram Ganja, 14,47 gram Gorila, 666,6 butir pil Extacy, 894 butir tramadol, 4.209 butir Trihexypenidhil, 24 butir Alparazolam, 24 butir Dextrometorphan dan 4 butir Ollonzephine.

Untuk menekan banyaknya peredaran narkotika, tersebut, kata Sugeng, perlu ada kerjasama antara masyarakat dengan aparat kepolisian. Ia meminta masyarakat yang mengetahui adanya peredaran narkotika harus segera melapor ke polisi.

"Karena kalau tidak mendapat laporan dari masyarakat kita sulit untuk mengungkapnya. Dari 71 kasus ini juga semuanya berdasarkan laporan dari masyarakat," kata Sugeng.

Baca Lainnya