Jumat, 10 November 2017 19:58

Banjir di Jalan Mahar Martanegara & Cigugur Tengah Cimahi, Bagaimana Solusinya?

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Sebagian ruas jalan Mahar Martanegara Cimahi yang terendam banjir.
Sebagian ruas jalan Mahar Martanegara Cimahi yang terendam banjir. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Jalan Mahar Martanegara dan RT 04 RW 06, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, kembali digenangi banjir setinggi 50 cm pada Jum’at (10/11/2017). Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras dan meluapnya aliran sungai Cimahi sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan pantauan Limawaktu.id pada pukul 15.00 WIB di lokasi, sejumlah warga tengah sibuk membersihkan sisa banjir. Selain itu, imbas Jalan Mahar Maharnegara yang terdampak banjir, arus lalu lintas dari arah Cimindi menuju Leuwigajah mengalami macet yang cukup parah.

Teti Rusmiati (45), Ketua RT 04 RW 06, mengaku jika wilayah tempat tinggalnya memang menjadi langganan banjir setiap kaii hujan deras mengguyur. Dalam satu tahun setiap musim hujan, ia dan warga lainnya bisa mengalami kebanjiran hingga delapan kali setiap tahunnya.

"Memang sudah langganan setiap hujan deras, pasti kebanjiran. Segini terhitung lumayan dangkal, biasanya sampai 1 meter. Apalagi kondisi rumahnya memang rendah, jadi air dari jalan langsung kesini," ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Menurut Teti, banjir yang menerjang wilayah kediamannya menjadi semakin parah setelah Perumahan Graha, yang masuk ke wilayah Kota Bandung, berdiri beberapa tahun silam.

Banjir yang menggenang pemukiman warga di jalan Cigugur Tangah.
Banjir yang menggenang pemukiman warga di jalan Cigugur Tangah. [Limawaktu]

"Padahal sebelum perumahan itu dibangun, banjirnya tidak terlalu parah. Yang kasihan pasri rumah yang paling depan, katanya hampir 1 meter banjirnya, terus jalannya juga jadi jebol karena banjir, tuturnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Cimahi bisa segera mencarikan solusi untuk mengatasi banjir yang membuatnya harus waspada setiap hujan tiba.

"Ya inginnya ada solusi dari pemerintah, misalnya dibuatkan aliran yang baru jadi air tidak masuk lagi. Karena kalau harus pindah, kita juga tidak tahu kemana. Apalagi tidak punya uang yang cukup untuk beli rumah lagi," pungkasnya. (kit)*