Jumat, 22 Januari 2021 13:49

Bakal ada PPKM Jilid II, Bagaimana Dampak PPKM Jilid I Terhadap Penularan COVID-19?

Reporter : Fery Bangkit 
Petugas Gabungan di Kota Cimahi Melaksanakan Patroli Rutin PPKM
Petugas Gabungan di Kota Cimahi Melaksanakan Patroli Rutin PPKM [limawaktu.id]

Limawaktu.id – Pemerintah pusat resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021.

PPKM jilid pertama sendiri sudah diberlakukan sejak 11 Januari, dan baru akan berakhir 25 Januari mendatang. Perpanjangan kebijakan tersebut karena dianggap belum maksimal pada 10 hari awali PPKM.

Bagaimana dengan Kota Cimahi? Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, secara umum pihaknya bakal mengikuti kebijakan perpanjangan PPKM dari pemerintah pusat. Terlebih Kota Cimahi masuk Pulau Jawa yang sudah menerapkan PPKM jilid satu.

“Kita ikut melaksanakan PPKM perpanjangan dua minggu. Kita acuannya pusat,” kata Ngatiyana saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jumat (22/1/20201).

Namun untuk teknis PPKM jilid kedua nanti, pihaknya baru akan membahasnya dengan unsur terkait seperti TNI dan Polri pada awal pekan mendatang. “Akan kami rapatkan dengan unsur Forkopimda dan unsur terkait lainnya,” ucap Ngatiyana.

Meksi PPKM jilid pertama belum usai, Pemkot Cimahi sendiri sudah melaksanakan evaluasi bersama intern lingkungan Pemkot Cimahi. Hasilnya, kata Ngatiyana, dalam 11 hari pelaksanaan PPKM ini ada hal yang membuatnya cukup puas.

Dirinya mengklaim dengan PPKM jilid pertama yang akan berakhir 25 Januari ini, wabah COVID-19 di Kota Cimahi bisa ditekan. Indikatornya adalah jumlah kasus dalam 11 hari terakhir.

Per hari ini atau hari ke-12 PPKM, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Cimahi mencapai 2.657 orang. Kebanyakan dari jumlah tersebut sudah sembuh, yakni mencapai 2.140 orang.

Kemudian jumlah yang masih terkonfirmasinya pun kini bisa ditekan. Per hari ini menyisakan 452 orang saja, dimana kebanyakan dari mereka menjalani isoalsi mandiri. Sementara yang dirawat di rumah sakit menurut Ngatiyana hanya 26 orang.

Kemudian kasus meninggal pun menurut Ngatiyana bisa ditekan baik yang probable atau belum diketahui hasilnya maupun yang sudah terkonfirmasi positif terpapar virus korona. Catatannya sudah ada 65 orang yang meninggal dengan status positif dan 9 orang statusnya probable.

“Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan dan berhasil karena dari tanggal 11 sampa1 21 Januari, dari tingkat penyebaran COVID-19 menurun. Yang masih diisolasi itu turun, dari sebelumnya 500 sekian,” sebut Ngatiyana.

Dikatakannya, keberhasilan ini merupakan sinergitas dan kerja keras berbagai pihak yang terlibat dalam PPKM untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Cimahi. Dirinya berharap dalam penerapan jilid dua nantinya penularan virus ini bisa lebih ditekan lagi.

“Ini berkat kerja keras dari petugas Satgas COVID-19 dalam rangka PPKM, bisa menekan penyebaran COVID-19. Kesadaran masyarakat juga terus meningkar,” tukasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer