Kamis, 10 Mei 2018 13:18

Bahas Limbah, Ajay akan Kumpulkan Semua Pengusaha 15 Mei Mendatang

Reporter : Fery Bangkit 
Air Limbah Industri.
Air Limbah Industri. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi akan mengumpulkan semua pemilik pabrik di Kota Cimahi. Rencananya, mereka akan dikumpulkan pada 15 Mei mendatang.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan, awalnya rencana pengumpulan para pengusaha pabrik akan dilaksanakan Senin (7/5). Namun karena berbagai kendala, akhirnya pertemuan tersebut urung dilaksanakan.

"Tanggal 15 kita akan kumpulkan pengusahanya," kata Ajay, Kamis (10/5/2018).

Berdasarkan catatan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi, jumlah perusahaan di Cimahi mencapai 593. Kategorinya, 131 perusahaan besar, 91 perusahaan sedang, 282 perusahaan kecil dan 89 perusahaan mikro. Sementara pekeranya mencapai 82 ribu.

Ajay menjelaskan, dikumpulkannya para pengusahan ialah untuk menyamakan presepsi tentang pengelolaan Limbah. Pasalnya, kata dia, sejauh ini ada perbedaan presepsi tentang limbah cair yang dibuang.

"Kalau kata pengusaha, (limbah) berwarna itu belum tentu berbahaya. Kalau jernih banget juga belum tentu tidak berbahaya," jelasnya.

Sebelumnya, Ajay mengaku dilematis terkait permasalahan pabrik-pabrik nakal di Kota Cimahi. Pasalnya, bila pabrik nakal yang nekat membuang limbah ke sungai langsung tanpa melalui proses Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) ditutup, maka yang harus dikorbankan adalah pekerjanya.

Di satu sisi, bila pabrik itu ditutup dan pekerjanya menganggur, maka janji Wali Kota Cimahi tentang 1.000 lapangan pekerjaan sulit untuk direalisasikan.

"Jujur kita juga khawatir, makannya kita mengajak pengusaha di Cimahi tentang limbah ini mereka lebih disiplin dalam hal pengolahan limbahnya," imbuh Ajay.

Dikatakannya, persoalan pabrik nakal di Cimahi yang membuang limbah sembarangan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan tindakan persuasif.

"Persuafif yang akan kita lakukan, karena ketika kita represif yang kami pikirkan, bahwa didalamnya pekerja," katanya.

Baca Lainnya