Limawaktu.id, Lombok Barat — Badan Dapur Nasional (BDN) secara aktif memberikan pengawasan, pembinaan, serta pendampingan teknis terhadap pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia . Sebagai langkah strategis di Nusa Tenggara Barat (NTB), BDN menargetkan penguatan tata kelola bagi 802 dapur MBG di tingkat provinsi, dengan 200 dapur MBG terkonsentrasi di Kabupaten Lombok Barat.
Guna memastikan standar keamanan pangan dan mencegah risiko keracunan makanan, BDN mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SDM Dapur MBG Zona 3 (wilayah Indonesia Bagian Timur) yang berpusat di Pondok Pesantren Nurul Haramain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat
Fasilitas bertaraf internasional yang berdiri di atas lahan seluas 15 hektar ini disiapkan untuk menampung peserta pelatihan dari Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah timur Indonesia . Melalui program diklat intensif 100 hari kerja, para pengelola dapur dibekali pemahaman teori dan praktik secara langsung agar siap pakai dan professional.
Ketua Umum BDN, Basyaruddin Siregar, menegaskan bahwa BDN berdiri secara independen di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional untuk menjadi garda terdepan dalam perbaikan mutu serta operasional dapur MBG. BDN juga bekerja sama dengan Satgas Provinsi untuk menggelar koordinasi dan paparan teknis bersama 200 pemilik dapur MBG se-Kabupaten Lombok Barat
“ Program MBG ini menyasar penerima manfaat mulai dari jenjang PAUD hingga SLTA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia,” tegas Basyaruddin.
Selain fokus pada pemenuhan gizi anak bangsa, BDN berkolaborasi dengan Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia dalam program pemanfaatan dan penghijauan lingkungan. Program ini melibatkan sekitar 3.000 santri untuk menghijaukan jalur sepanjang jalan dari Bandara Internasional Lombok hingga kawasan Sirkuit Mandalika seluas 1.000 hektar
Inisiatif terpadu ini diharapkan tidak hanya menopang kedaulatan pangan regional di Lombok dan menjaga stabilitas pasar tradisional, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan dan kesehatan masyarakat luas.
Ketua DPD BDN Kabupaten Lombok Barat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain, Ustaz Haji Rianto menyampaikan bahwa keterlibatan pesantren merupakan wujud dorongan kemandirian pangan masyarakat . Pesantren memanfaatkan potensi lahan pertanian terpadu (integrated farming) untuk memasok kebutuhan bahan baku pangan berkualitas bagi dapur MBG di wilayah Kecamatan Narmada
Di lingkungan pesantren yang membina lebih dari 3.000 santri tersebut, pengawasan ketat dilakukan mulai dari sterilisasi bahan hingga efisiensi waktu distribusi. Makanan disalurkan segera setelah dimasak agar kualitas hidangan tetap segar dan terjaga saat dikonsumsi santri dan masyarakat.
“Langkah ini turut menarik perhatian jajaran Pimpinan Kecamatan (Muspika) Narmada yang menilai pengelolaan dapur berbasis pesantren tersebut berpotensi menjadi pilot project atau percontohan,” papar Rianto.