Rabu, 6 Maret 2019 13:16

Bacakan Pledoi, Suami Inneke Mengaku Kapok Terlibat Suap Kalapas Sukamiskin

Reporter : Iman
Fahmi saat membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/3/3019).
Fahmi saat membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/3/3019). [limawaktu]

Limawaktu.id - Suami artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah mengaku kapok dan menyesal telah terlibat praktik suap terhadap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein. Fahmi pun berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.
 
Hal itu diungkapkan Fahmi saat membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (6/3/3019). Fahmi sendiri merupakan salah satu terdakwa kasus suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Sebelumnya, terpidana 2,5 tahun terkait kasus suap proyek di Bakamla ini dituntut hukuman lima tahun penjara oleh penuntut umum KPK dalam sidang beberapa waktu lalu. Fahmi dianggap terbukti bersalah sesuai dakwaan primair Pasal 5 ayat  (1) huruf b Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Selain pidana penjara, Fahmi juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider enam bulan kurungan.

Baca Juga : Isu Menginap di Hotel Bersama Artis, ini Jawaban Suami Wali Kota Tangsel

Fahmi terbukti telah memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merek Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta kepada Wahid Husein. 

Semua fasilitas itu diberikan lewat Andri Rahmat, terpidana kasus pembunuhan yang menjadi 'kaki tangan' Fahmi selama menghuni Lapas Sukamiskin. Andri sendiri dituntut hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Baca Juga : Durasi Penahanan Suami Artis Inneke Koesherawati Terancam Hukuman Bertambah

Dalam pembelaannya, Fahmi mengaku menyesal dan kapok. Di hadapan Majelis Hakim, ia pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun ia masih menyimpan keluhan karena penuntut umum KPK menuntutnya dengan hukuman maksimal.

"Tuntutan lima tahun penjara terasa amat berat bagi saya, bagi istri, anak dan keluarga besar. Di keluarga, saya merupakan tulang punggung dalam mencari nafkah. Mohon Majelis Hakim mempertimbangkan fakta hukum yang keliru yang disampaikan jaksa KPK," ujarnya.

Baca Juga : Fahmi Darmawansyah:Saya sudah lama tidak percaya KPK.Terlalu dzolim menurut saya

Ia juga menaruh harapan besar terhadap Majelis Hakim agar bisa mempertimbangkan permohonannya. Termasuk juga soal justice collaborator (JC) yang diajukannya bisa dikabulkan oleh Majelis Hakim.

"Melalui pledoi ini saya juga ingin pastikan permohonan kepada Majelis agar memutuskan JC pada diri saya. Saya sejak awal telah kooperatif baik saat OTT, penyidikan hingga persidangan," ujarnya.

Menurut Fahmi, selama persidangan, tidak ada satupun fakta yang ia sembunyikan. Selain bukan pelaku utama, Fahmi juga mengklaim dirinya kooperatif dan ikut mengungkap pelaku lainnya. Bahkan dirinya mengizinkan istrinya menjadi saksi memberatkan, walaupun itu bertentangan dengan KUHAP. 

Dalam pembelaannya, Fahmi juga menegaskan, pemberian ke Wahid Husein sama sekali tidak terkait dengan fasilitas kamar, saung dan lainnya. Ia menyebut semua fasilitas telah diperolehnya jauh sebelum Wahid Husein menjadi Kalapas Sukamiskin.

"Untuk soal ini saya harus menerima pelajaran yang teramat mahal. Saya tidak boleh lagi sembarangan memberikan apapun kepada pejabat negara. Karena saya menyadari sekarang, niat baik selalu jadi duka bila diberikan ke orang yang salah," ujarnya.

"Saya diabetes akut, kaki saya semakin berlubang, bahkan dalam waktu enam bulan dua kali operasi. Saya telah menjalani penjara dua tahun lamanya, saya khawatir tidak bisa membimbing tumbuh kembang anak yang masih kecil dan membutuhkan perhatian ayahnya," terang Fahmi sambil menangis.

Sebagai penutup, Fahmi menyampaikan apresiasi kepada Majelis Hakim, penuntut umum KPK, istri, anak dan keluarga yang selalu memberinya dukungan. 

"Saya juga memohon maaf dari hati terdalam atas semua yang terjadi. Hati kita harus ikhlas menerima apapun, kita harus kuat dan sabar dalam menjalani kehidupan," pungkasnya. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer