Jumat, 6 September 2019 17:52

Ayam Potong Turun, Pedagang Untung

Reporter : Fery Bangkit 
Nunung Nursya'adah (48), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Kota Cimahi
Nunung Nursya'adah (48), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Kota Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Harga ayam ras broiler siap potong kembali anjlok. Padahal, sebulan lalu harganya normal setelah sempat naik saat. Pedagang menduga turunnya harga ayam disebabkan stok menumpuk di kandang peternak. "Kalau sekarang harganya Rp 30 ribu per kilogram (kg), tiga minggu lalu itu Rp 36 ribu per kg," kata Nunung Nursya'adah (48), salah seorang pedagang Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Jumat (9/9/2019).

Seperti diketahui, harga ayam di tingkat peternak atau ayam hidup saat ini kembali mengalami penurunan harga, yang menyentuh Rp 8.000 per kg. Kondisi itu diduga karena melimpahnya pasokan ayam. Menurut Nunung, anjloknya harga daging ayam di peternak mungkin juga berpengaruh terhadap harga ayam siap potong di pasar. "Mungkin karena sepi jadi ayam numpuk di kandang," katanya.

Menurutnya, turunnya harga ayam di tingkat pengecer ini tidak akan bertahan lama. "Tapi biasanya ga lama harga naik lagi," ucap Nunung. Namun, turunnya harga daging ayam ini bukannya membuat pedagang terpuruk. Malah sebaliknya. Mereka merasa diuntungkan dengan anjloknya harga daging ayam ini.

Sebab, daging ayam potong lebih mudah dijual. Jika harga tengah meningkat, Nunung hanya bisa menjual sekitar 30 ekor per hari. Tapi jika sedang turun, ia bisa menjual hingga 50 ekor. "Ya, kalau turun allhamdulilah yang beli lebih banyak. Kalau lagi mahal, susah dijualnya," ujarnya.

Terpisah Ketua Paguyuban Pasar Cimindi, Asep Rohendi mengatakan, memang anjloknya harga daging ayam ini biasanya membuat pedagang meraup keuntungan dibandingkan ketika harga daging ayam naik. "Sekarang ini eceran pada kisaran Rp 30-32. Biasanya kalau murah, pedagang malah untung," ujarnya.

Baca Lainnya